-

Slider-1-Title-Here

Mungkin teman2 pernah suatu kali menemukan file ZIP / RAR / PDF yg tdk bisa dibuka, lantaran dibutuhkan password utk membukanya. Mungkin di warnet, komputer kampus yg di-share, ato juga komputer temen yg mau di-oprek2..hehe. Pastinya pemilik file tsb menganggap filenya sangat penting & rahasia. Nah, buat yg kena penyakit “penasaran-abis-sampe-ga-bisa-tidur-semalaman” ya bolehlah kita selidiki sedikit apa isinya file itu. Asal dgn niat baik (lho?) dan tidak bermaksud lebih, hanya kita gunakan utk kepentingan pribadi saja.. Ok, singkatnya kita pake sebuah tools, lebih tepatnya 3 tools, karna buat menjebol ZIP, RAR & PDF butuh software yg berbeda.

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi terhadap tubuh

Bahaya Wi-Fi. Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang.namun ternyata berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu? Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan? .

Slider-3-Title-Here

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini..

Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Komputer. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Januari 2011

Intel Core i7 980X Extreme Edition

Posted On 16.07 by Ruffy 0 komentar

Sejak peluncuran prosesor Core i7 pertama pada November 2008 silam, bisa dikatakan bahwa Intel masih menduduki jajaran atas untuk kelas prosesor desktop.
Para pemilik prosesor dengan kode nama Bloomfield tersebut dapat berbangga karena hingga hari ini prosesor yang duduk di Socket 1366 itu masih masuk jajaran prosesor cepat. Peluncuran Lynnfield tahun 2009 kemarin juga ternyata masih belum mampu menyingkirkan dominasi Bloomfield untuk prosesor desktop kelas atas.
Selang beberapa tahun, Intel kembali melakukan gebrakan baru dengan arsitektur baru yang dikenal sebagai Westmere. Ini diawali dengan memperkenalkan prosesor berinti enam atau disebut juga hexa-core.
Memang, sebelumnya Intel sempat meluncurkan beberapa prosesor baru untuk socket 1366. Hanya saja sebatas peningkatan minor seperti clock speed dan masih berbasiskan Nehalem (kode nama prosesor - Bloomfield)
Intel Core i7 980X EE merupakan prosesor pertama Intel berbasis enam inti yang didukung Hyper-Threading. Karena itu, prosesor ini mampu menangani 12 thread secara simultan. Dukungan memori tiga kanal serta feature Turbo Boost masih setia menemani CPU ini. Core i7 980X ini dibangun di atas proses produksi 32 nm, sama seperti jajaran prosesor Clarkdale yang diluncurkan beberapa waktu lalu.
Walaupun sama-sama dibangun berbasis proses produksi 32 nm, Gulftown berbeda dari Clarkdale (yang juga sama-sama menggunakan proses produksi 32 nm). Ini karena seluruh die-nya murni dipakai untuk core prosesor. Secara teori, dengan mengecilnya proses produksi ini, transistor yang terdapat di dalamnya dapat diperbanyak pada ukuran die yang sama.
 
Prosesor Kecepatan Cores/Threads L3 Cache Max Turbo TDP Harga
(per seribu unit)
i7 980X 3,33 Ghz 6/12 12 MB 3,60 Ghz 130 W $999
i7 975 3,33 Ghz 4/8 8 MB 3,60 Ghz 130 W $999
i7 960 3,20 Ghz 4/8 8 MB 3,46 Ghz 130 W $562
i7 930 2,80 Ghz 4/8 8 MB 3,06 Ghz 130 W $284
Tabel seluruh jajaran prosesor socket 1366

Melihat tabel di atas, spesifikasi yang dimiliki oleh Core i7 980X mirip dengan spesifikasi pemilik tahta tertinggi sebelumnya yakni Core i7 975. Selain perbedaan ukuran L3 cache, secara arsitektur Gulftown memang mirip seperti Bloomfield. Setiap core-nya memiliki 32 KB L1 instruction cache, 32KB L1 data cache, dan dedicated L2 cache sebesar 256 KB.
Penambahan jumlah cache L3 sebanyak 4 MB (total 12 MB) cukup memberikan peningkatan performa. Karena L3 cache mampu dialokasikan secara dinamis, pada beberapa aplikasi yang hanya memanfaatkan satu atau dua core saja, peningkatan performanya akan sangat terasa. Namun pada praktik, agak sulit membuktikan hal ini. Ini mengingat nantinya akan lebih banyak aplikasi yang diuntungkan oleh banyaknya jumlah inti prosesor.
Walaupun dikatakan mirip secara arsitektur, tentu saja ada sesuatu yang baru yang dimiliki Core i7 980X. L3 Cache Power Gating salah satunya. Ini adalah feature penghematan energi sehingga memungkinkan Gulftown memiliki konsumsi daya sangat rendah saat idle. Generasi Core i7 awal tidak memiliki feature ini. Berikutnya adalah akselerasi instruksi AES-NI yang banyak digunakan dalam proses enkripsi/dekripsi. Akselerasi instruksi ini pertama di perkenalkan pada jajaran prosesor Lynnfield.
Hal menarik lain yang kami tangkap adalah para pemilik motherboard berbasis Intel X58 tidak perlu membeli motherboard baru agar dapat menggunakan Core i7 980X. Beberapa produsen motherboard sudah menyediakan BIOS update untuk mendukung prosesor ini.
Demikian dengan segala kelebihannya, satu-satunya kelemahan prosesor penyandang gelar Extreme Edition ini terletak pada harganya yang juga tergolong ekstrim untuk kelas desktop. Menurut kabar di Internet, Intel sepertinya belum memiliki rencana untuk meluncurkan turunan Gulftown.
***
Intel Core i7 980X adalah sebuah revolusi. Jumlah inti yang banyak serta kecepatan tinggi, diprediksi akan mampu melahap habis semua tugas komputasi yang diberikan. Selain itu, aneka aplikasi ringan akan diuntungkan dengan Turbo Boost serta L3 Cache yang besar.
Sementara untuk aplikasi modern dan berat, di sinilah 6 inti tersebut berperan. Timbul pertanyaan, perlukah kita menggunakan prosesor ini? Jawabannya adalah tergantung kebutuhan Anda. Jika hanya untuk menjalankan aktivitas bermain game, prosesor Core i5 pun mungkin sudah mencukupi. Namun, jika olah digital seperti video menjadi kegiatan serhari-hari Anda, Core i7 980X akan memberikan yang terbaik.
(Karuna/InfoKomputer)


Intel Core i7 980X dengan Turbo Boost aktif.

Hasil Pengujian
Spesifikasinya yang cukup "buas" membuat Core i7 980X mencatat angka tertinggi di setiap pengujian yang kami lakukan. Semakin mampu aplikasi tersebut memanfaatkan multi-threading, semakin baik pula hasil yang didapatkan dari Core i7 980X. Ini terlihat dari perbedaan yang cukup jauh bila dibandingkan dengan Core i7 920. Namun pada uji encoding audio (karena aplikasi tersebut tidak mampu memanfaatkan lebih dari 2 core) perbedaannya hanya terletak pada clock prosesor.
Hasil Uji Kinerja
Prosesor Core i7 980X Core i7 920
Clock 3,3 GHz 2,67 GHz
Sysmark 2007 ver1.05 197 168
PCMark Vantage 6206 4965
3DMarkVantage P11011 P10195
Cinebench R10 CB-CPU 22487 13214
Sisoft Sandra ALU (GIPS) 133,17 71,65
Audio Encoding* 74 detik 92 detik
Video Encoding* 3 menit 54 detik 5 menit 29 detik
STALKER : Clear Sky(fps) 72,88 68,35
*Lebih rendah lebih baik
Spesifikasi Intel Core i7 980X
Seri i7 980X
Soket 1366
Clock speed (MHz) 3300
Nama core Gulftown
Jumlah core 6
Jumlah thread 12
BCLK 133
Multiplier 25
L1 size 64 KB x6
L2 size 256 KB x6
L3 size 12 Megabyte
Harga kisaran
(per seribu unit)
US$ 999

Platform Uji :
Asus P6T Deluxe
Kingston DDR3-1066 1GB (SPD) x 3
Asus Radeon HD 4870 512MB
Seagate 7200.11 320GB SATA
Samsung DVD 16x
SilverStone OP700
LG L226WTQ
BIOS 24 Februari 2010
Windows Vista Ultimate SP2
Intel Inf 9.1.1.1020
DirectX Agustus 2009
AMD Catalyst 9.9
ADI HD CODEC Driver 6.10.1.6530

Plus
: Kinerja tinggi akibat jumlah core yang banyak.
Minus : Mahal.
Skor Penilaian
Kinerja 4
Fasilitas 4
Penggunaan -
Harga -
Skor Total -


Preview Intel Sandy Bridge

Posted On 16.01 by Ruffy 0 komentar

Sandy Bridge adalah jembatan teknologi prosesor ke masa depan. Pantas saja jika kami sebut begitu. Pasalnya, Sandy Bridge adalah perubahan terbesar yang dilakukan Intel sejak era Pentium 4.
Pada mikroarsitektur sebelumnya, Intel lebih banyak mengoptimasi kinerja tiap komponen, tanpa mengubah cara kerja komponen tersebut. Jika prosesor dianalogikan sebagai sebuah rumah, Intel cuma melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.
Namun di Sandy Bridge, Intel betul-betul membangun sebuah rumah baru. Seluruh komponen diperbarui, mulai dari branch predictor, out-of-order execution, sampai kerja memory subsystem.
Namun yang terpenting adalah Sandy Bridge adalah wujud sebenarnya dari fusion processor, alias prosesor yang menyatukan seluruh komponen prosesor ke dalam sekeping silikon.
Sebenarnya Intel sudah melakukan kebijakan integrasi ini sejak 2 tahun lalu. Pada generasi prosesor Bloomfield, mereka memasukkan memory controller. Pada Lynnfield, giliran PCI-E controller yang masuk. Puncaknya di era Clarkdale, ketika Intel chip grafis onboard.
Ada satu catatan penting dari seluruh proses tersebut: seluruh komponen sebenarnya masih terpisah dalam keping-keping silikon yang berbeda. Nah, hal itulah yang Intel rombak di Sandy Bridge. Seluruh komponen di dalam prosesor Sandy Bridge berada dalam sekeping silikon yang dibuat dengan fabrikasi 32nm.
Komponen di dalam prosesor ini sendiri kurang lebih sama seperti Nehalem. Yang pertama tentu saja inti prosesor. Pada Sandy Bridge generasi pertama ini jumlah inti masih 2 dan 4, namun akan disusul generasi berikutnya yang memiliki 6 dan 8 inti.
Masing-masing inti memiliki L2 cache sebesar 256KB. Kerja L2 cache dibantu dibantu cache level 3 (L3 cache) yang jumlahnya sama dengan inti dengan ukuran bervariasi antara 3-8MB, tergantung segmentasi. Sedangkan PCI Express, DMI, dan memory controller dan display interface berkumpul menjadi satu menjadi komponen yang disebut System Agent.

 
Anda mungkin bertanya, mengapa Intel susah payah mengumpulkan seluruh komponen ke dalam prosesor? Jawabannya karena ada banyak keuntungan dengan sistem saling terintegrasi seperti ini.
Yang utama tentu saja peningkatan performa, karena tiap komponen dengan mudah terhubung satu sama lain. Apalagi, Intel Intel menggunakan interkoneksi baru yang disebut Ring Bus di Sandy Bridge ini. Interkoneksi ini menghubungkan seluruh komponen, mulai dari chip prosesor, chip grafis, sampai cache. Ring Bus ini diklaim memiliki kecepatan sampai 384GB/s dengan latency  yang minim.
Keuntungan lain adalah penurunan konsumsi daya serta ukuran inti, apalagi dengann fabrikasi 32nm yang digunakan Sandy Bridge. Sebagai perbandingan, prosesor Sandy Bridge empat inti memiliki 995 juta transistor, namun ukuran die-nya hanya 216mm2. Bandingkan dengan pendahulunya, Lynnfield, yang “cuma” memiliki 296 juta transistor, namun memiliki ukuran die 296mm2.
Namun pengintegrasian tersebut juga menyisakan efek negatif. Pada era Nehalem, clock generator (yang mengatur frekuensi kerja seluruh komponen) berada di motherboard, yang memungkinkan kita melakukan overclock dengan menaikkan base clock (BCLK). Namun di Sandy Bridge, clock generator dipindahkan ke dalam prosesor. Hal ini membuat overclock melalui BCLK menjadi sangat sulit. Kenaikan hanya berkisar di angka 5-6MHz saja.
Apakah berarti overclock menjadi mati? Tidak sih, cuma lebih terbatas. Satu-satunya cara adalah menaikkan multiplier prosesor. Namun sebagian besar prosesor Sandy Bridge multiplier-nya dikunci. Yang dibuka hanya prosesor Sandy Bridge dengan akhiran “K”, yaitu Core i5 2500K (4 inti, 3,3GHz, tanpa HyperThreading) dan Core i7 2600K (4 inti, 3,4GHz, dengan HyperThreading).

Ketika Intel Belum Kapok
Jika rajin menyimak perkembangan prosesor Intel, Anda mungkin menyadari perbedaan penamaan dari prosesor generasi Sandy Bridge ini.
Ya, prosesor baru ini memiliki sistem penamaan 4 angka, sementara versi sebelumnya 3 angka. Angka pertama dimulai dari angka 2, karena Intel menganggap Sandy Bridge sebagai prosesor Nehalem generasi kedua. Selain itu, ada pula akhiran K, T, dan S.
Akhiran K menunjukkan fasilitas multiplier yang bebas (tidak dikunci). Sedangkan prosesor akhiran T dan S memiliki TDP yang lebih kecil, yaitu 65 Watt (seri T) dan 45 Watt (seri S). Sekedar mengingatkan, prosesor Sandy Bridge “normal” memiliki TDP 95 Watt. TDP yang kecil menunjukkan seri T dan S ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti Home Theater PC.
Total ada 29 prosesor berbasis Sandy Bridge yang Intel rilis, yang terbagi untuk segmen desktop (14 buah) dan notebook (15 buah). Dengan harga antara US$100-300, segmen yang ditempati prosesor baru ini adalah menengah ke bawah.
Segmen teratas masih diduduki prosesor dengan soket LGA1366 (contohnya Core i7-975), dan mungkin baru digantikan tahun depan. Penamaan Sandy Bridge sendiri tetap mengikuti sistem Core i3/i5/ i7.
Sebagai pegangan mudah, Sandy Bridge tipe Core i3 memiliki 2 inti, sementara untuk Core i5 dan i7 memiliki 4 inti. Namun perlu diingat kalau Core i5 seri Lynnfield juga ada yang 2 inti, sehingga pastikan Anda memilih prosesor Core i5 dengan 4 digit jika ingin menjajal Sandy Bridge.
Namun sejujurnya kami tidak bisa memberi panduan mudah menyangkut feature di dalam prosesor, seperti VT-x (Virtualization Technology), TXT (Trusted Execution Technology), maupun AES-IN (instruksi untuk membantu proses enkripsi/dekripsi file).
Intel sepertinya belum “kapok” untuk memperumit sistem penamaan prosesor mereka. Ambil contoh feature VT-x yang ada di Core i5-2400 namun tidak ada di Core i5-2300. Bayangkan: namanya mirip, namun feature di dalamnya berbeda. Jadi jika Anda butuh salah satu feature tersebut, coba Anda cek di ark.intel.com untuk memastikan keberadaannya.
Berikut adalah prosesor desktop versi “polos” dan K yang tersedia untuk segmen retail. 

Turbo Boost 2.0Sejak era prosesor Nehalem, Intel telah memperkenalkan feature Turbo Boost.
Sekadar mengingatkan, Turbo Boost adalah kemampuan prosesor untuk meningkatkan kecepatan di atas standar jika mendeteksi TDP dan panas prosesor secara keseluruhan masih di bawah ambang normal. Hal itu biasanya terjadi ketika prosesor menjalankan aplikasi yang single-threading  (seperti game), saat hanya satu atau dua inti yang bekerja. Karena inti lain istirahat—yang berarti jatah dayanya tidak terpakai—prosesor secara otomatis akan meningkatkan kecepatan inti yang sedang bekerja.
Pada prosesor Sandy Bridge, Intel menerapkan Turbo Boost dengan pendekatan yang lebih agresif. Intel menyadari peningkatan panas di prosesor tidak terjadi seketika, melainkan bertahap sampai mencapai batas maksimal.
Nah, jeda waktu itu dimanfaatkan Turbo Boost 2.0 ini untuk memacu prosesor sekencang-kencangnya; bahkan di atas batas TDP aman. Barulah ketika panas prosesor mendekati batas maksimal, TDP diturunkan ke batas aman. Jeda tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 25 detik, namun efektif untuk menangani proses dengan beban kerja tinggi seperti proses loading Photoshop.
Menariknya, jatah daya dan panas ini juga bisa dibagi untuk chip grafis. Maksudnya, jika inti prosesor sedang beristirahat sementara chip grafis bekerja keras, maka chip grafis dapat mengambil jatah prosesor untuk meng-overclock  dirinya. Lagi-lagi, inilah keuntungan memiliki sistem terintegrasi seperti Sandy Bridge.

Grafis Lebih Gahar
Chip grafis onboard Intel selama ini sering dianggap sebelah mata.
Jika dibanding chip grafis AMD atau Nvidia, performanya terbilang jauh tercecer di belakang. Namun di Sandy Bridge ini, Intel seperti ingin menunjukkan kalau mereka juga bisa membuat chip grafis. Setidaknya, Sandy Bridge berambisi menjadi yang tercepat di kelas chip grafis onboard, bahkan memiliki performa yang setara dengan kartu grafis mandiri kelas low-end.
Secara arsitektur, sebenarnya tidak ada perubahan berarti karena chip grafis tersebut masih terdiri dari 12 execution processor. Namun Intel berhasil merombak chip tersebut agar bisa bekerja dua kali lebih cepat. Selain itu, karena sudah dibuat dengan fabrikasi 32nm, kecepatan chip juga bisa mencapai 1,35GHz. Yang perlu juga dicatat adalah dukungan terhadap Shader Model 4.1 dan DirectX 10.1.
Chip tersebut juga dilengkapi komponen khusus untuk melakukan decoding dan encoding format video populer seperti MPEG2, VC1, dan AVC. Sebenarnya Intel HD (chip grafis yang dipakai Clarkdale) juga bisa melakukan proses decoding dan encoding tersebut. Namun untuk melakukannya, Intel HD harus meminjam shader dari prosesor. Dengan kata lain, ia masih “ngerepotin” prosesor.
Nah, di Sandy Bridge, telah tersedia unit tersendiri untuk proses decoding itu. Enaknya lagi, karena unit shader prosesor menganggur, ia bisa digunakan untuk menangani pekerjaan video lain seperti pemberian efek.
Anda akan menemukan dua tipe chip grafis di Sandy Bridge, yaitu Intel HD Graphic 2000 dan 3000. Versi 2000—yang memiliki spesifikasi di bawah seri 3000—digunakan oleh semua prosesor Sandy Bridge kecuali seri K.
Sebenarnya pembagian ini agak membingungkan karena berarti Intel HD 3000 hanya digunakan oleh pengguna Intel Core Sandy Bridge versi K. Padahal seperti kami sebut di atas, pembeli seri K tersebut sepertinya overclocker yang mengejar fasilitas multiplier yang tidak dikunci. Mengingat overclocker adalah mereka biasanya rela membeli kartu grafis mandiri, maka seluruh kelebihan Intel HD 3000 jadi tidak termanfaatkan.
Sebaliknya, pembeli “biasa” yang kemungkinan besar menggunakan chip grafis onboard justru harus rela hanya menggunakan Intel HD Graphic 2000 yang lebih lambat. Sayang ya?

Platform Baru
Sayangnya, semua kelebihan tersebut hadir dalam soket yang berbeda. Sandy Bridge akan menggunakan soket LGA1155, berbeda dengan soket LGA1156 yang digunakan prosesor Lynnfield.
Meski beda cuma 1 pin, keduanya tidak kompatibel sehingga kita membutuhkan motherboard baru. Ada dua chipset yang disediakan Intel untuk LGA1155 ini, yaitu Intel P67 dan H67. Spesifikasi keduanya nyaris sama. Bedanya, H67 mendukung sistem grafis onboard, sementara P67 untuk sistem dengan kartu grafis mandiri.

Kesimpulan Awal
Melalui Sandy Bridge, Intel benar-benar mewujudkan konsep fusion processor yang sebenarnya lebih dulu didengung-dengungkan saingan abadi mereka, AMD.
Dengan konsep serba terintegrasi tersebut, Sandy Bridge menjanjikan kecepatan maupun konsumsi daya yang lebih baik. Perombakan di sisi chip grafis juga patut mendapat catatan tersendiri, karena membuat kita bisa mengandalkan sistem onboard untuk aplikasi 3D maupun video kualitas tinggi.
Kami akan menampilkan hasil pengujian Intel Core i5 2500K dan 2600K pada InfoKomputer edisi Februari 2011, termasuk seberapa besar kemampuan overclock dari Sandy Bridge.


Kamis, 11 November 2010

Yang Perlu Diketahui Tentang Chipset

Posted On 16.35 by Ruffy 0 komentar

Apakah chipset itu? Apa fungsinya? Apakah penting? Apa pengaruhnya terhadap kinerja komputer? Pada postingan kali ini, kita akan coba untuk membahasnya.
Chipset adalah nama yang diberikan kepada sekumpulan chip (karena itu dinamakan chipset) yang digunakan pada motherboard.
Pada PC generasi awal, motherboard menggunakan bermacam-macam integrated circuits. Jadi memerlukan banyak chip untuk membuat rangkaian yang diperlukan agar komputer dapat bekerja. Pada gambar 1 di bawah ini, Anda bisa melihat gambar motherboard dari PC XT.
motherboard PC XT
gambar 1: motherboard PC XT
Setelah beberapa lama perusahaan pabrikan chip mulai mengintegrasikan beberapa chip ke dalam chip yang lebih besar. Jadi, daripada menggunakan banyak chip kecil, sekarang sebuah motherboard dapat menggunakan setengah lusin chip yang lebih besar.
Pengintegrasian terus berlanjut dan sekitar pertengahan 1990-an motherboard menggunakan hanya dua atau bahkan 1 chip besar. Pada gambar 2 bisa Anda lihat motherboard 486 kira-kira tahun 1995 menggunakan dua chip besar dengan seluruh fungsi yang diperlukan untuk menggerakkan motherboard.
motherboard 486, model ini hanya menggunakan dua chip besar
Gambar 2: motherboard 486, model ini hanya menggunakan dua chip besar.
Dengan keluarnya PCI bus, sebuah konsep baru, yang masih digunakan hingga kini, dapat digunakan untuk pertama kali: penggunaan bridge. Biasanya motherboard memiliki dua chip besar: north bridge dan south bridge. Terkadang ada beberapa pabrikan chip yang menggabungkan antara north bridge dan south bridge ke dalam satu chip saja; Dalam hal ini, motherboard hanya akan memiliki satu integrated circuit besar.
Dengan penggunaan bridges chipsets dapat dengan mudah distandardisasikan.
Chipsets dapat dibuat oleh beberapa perusahaan, seperti ULi (nama baru untuk ALi), Intel, VIA, SiS, ATI dan NVIDIA. Pada masa lalu ada UMC dan OPTi.
Permasalahan umumnya adalah untuk menggabungkan chipset dari pabrikan dengan motherboard dari pabrikan. Sebagai contoh, sebuah motherboard menggunakan sebuah chipset yang dibuat oleh Intel, maka bukan berarti Intel yang membuat board-nya. ASUS, ECS, Gigabyte, MSI, DFI, Chaintech, PCChips, Shuttle dan juga Intel adalah contoh beberapa pabrikan motherboard yang hadir di pasaran. Jadi pabrikan motherboard membeli chipset dari pabrikan chipset dan membangunnya. Sebenarnya ada aspek yang sangat menarik dari hubungan ini. Untuk membangun sebuah motherboard, pabrikan dapat mengikuti standard proyek dari pabrikan chipset, yang disebut juga “reference design”, atau dapat juga membuat proyeknya sendiri, memodifikasi beberapa hal dalam rangka untuk memberikan kinerja atau fitur yang lebih baik.
North Bridge
Chip North Bridge disebut juga MCH (Memory Controller Hub) terhubung langsung kepada CPU dan memiliki fungsi:
  • Memory controller (*)
  • AGP bus controller (jika tersedia)
  • PCI Express x16 controller (jika tersedia)
  • Interface untuk transfer data dengan south bridge
(*) Kecuali untuk CPU socket 754, socket 939 dan socket 940 (CPU dari AMD seperti Athlon 64), karena pada CPU ini, memory terletak dalam CPU itu sendiri, tidak pada north bridge.
Beberapa chip north bridge juga mengontrol jalur PCI Express x1. Pada chipset PCI Express lainnya maka tugas South Bridge yang mengendalikan jalur PCI Express x1. Pada bahasan ini kita akan asumsikan bahwa south bridge adalah komponen yang bertanggung jawab untuk mengontrol jalur PCI Express, namun perlu diingat bahwa hal ini dapat memiliki banyak variasi tergantung pada model chipset.
Pada Gambar 3 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan tugas dari north bridge pada komputer.
tugas north bridge
gambar 3: North Bridge
Seperti yang dapat Anda lihat, CPU tidak mengakses langsung memory RAM atau video card, adalah north bridge yang bertugas mengakses peralatan-peralatan tersebut. Oleh karena itu, chip north bridge memiliki tugas vital dalam kinerja komputer. Jika chip north bridge memiliki memory controller yang lebih baik dari north bridge lainnya, maka kinerja komputer secara keseluruhan akan lebih baik. Itulah mengapa Anda dapat memiliki dua motherboard yang memiliki tipe prosessor sama dan menghasilkan kinerja yang berbeda.
Seperti yang dijelaskan, pada CPU Athlon 64, memory controller ditanamkan dalam CPU dan karenanya hampir tidak ada perbedaan kinerja diantara motherboard dari platform ini.
Semenjak memory controller terletak pada north bridge, maka chip ini yang membatasi tipe dan jumlah maksimum memory yang dapat Anda miliki dalam system (pada Athlon 64, CPU yang mengatur batasan-batasan ini).
Koneksi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui sebuah bus. Pada awalnya menggunakan PCI bus, namun kemudian digantikan dengan dedicated bus.
South Bridge
Chip south bridge juga disebut ICH (I/O Controller Hub) terhubung dengan north bridge dan bertugas untuk mengontrol peralatan I/O dan peralatan on-board, seperti:
  • Port drive hard disk (Port ATA Parallel dan Serial)
  • Port USB
  • Audio on-board (*)
  • LAN on-board (**)
  • PCI bus
  • Jalur PCI Express (jika tersedia)
  • Real Time Clock (RTC)
  • Memory CMOS
  • Peralatan legacy seperti interrupt controller dan DMA controller.
(*) Jika south bridge memiliki audio controller built-in, maka akan butuh sebuah chip eksternal yang disebut codec (kependekan dari coder/decoder) untuk dapat beroperasi.
(**) Jika south bridge memiliki network controller built-in, maka akan butuh chip eksternal yang disebut phy (kependekan dari physical) untuk dapat beroperasi.
South bridge juga dihubungkan dengan dua chip lainnya yang tersedia pada motherboard: chip ROM yang lebih dikenal dengan BIOS, dan chip Super I/O, yang bertugas mengontrol peralatan legacy seperti port serial, port parallel dan drive floppy disk.
Pada Gambar 4 dapat Anda lihat sebuah diagram yang menjelaskan aturan dari south bridge pada komputer.
aturan south bridge
Gambar 4: South Bridge
Seperti yang dapat Anda lihat, south bridge dapat mempengaruhi performa drive hard disk, komponen ini tidak mempengaruhi secara kritis performa komputer seperti north bridge. South bridge lebih menitikberatkan pekerjaannya pada fitur-fitur yang dimiliki motherboard Anda ketimbang performa komputer secara keseluruhan. South bridge yang mengatur jumlah (dan kecepatan) dari port USB dan jumlah juga tipe (regular ATA atau Serial ATA) dari port drive hard disk yang dimiliki motherboard Anda.
Inter-Bridge Architecture
Ketika konsep bridge mulai digunakan, komunikasi antara north bridge dan south bridge dilakukan melalui bus, sperti yang terlihat pada Gambar 5. Permasalahannya adalah bandwidth yang tersedia untuk PCI bus – 132 MB/s – dibagi-bagi antara semua peralatan PCI pada system dan peralatan yang terhubung dengan south bridge – khususnya drive hard disk. Pada saat itu, hal ini bukanlah suatu permasalahan, karena transfer rate maksimum hard drive hanya 8 MB/s dan 16 MB/s.
komunikasi antara north dan south bridge dengan PCI bus
Gambar 5: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan PCI bus
Namun ketika high-end video cards (pada waktu itu, video card adalah PCI) dan high-performance hard disk drive dikeluarkan, maka muncullah kekacauan. Kita ambil contoh pada drive hard disk modern ATA/133 yang secara teori memiliki rate transfer maksimum sama dengan PCI bus. Jadi secara teori sebuah hard drive ATA/133 akan menyedot seluruh bandwidth, memperlambat kecepatan komunikasi antara seluruh peralatan yang terhubung ke PCI bus.
Untuk high-end video cards, solusinya adalah dengan membuat sebuah bus baru yang terkoneksi secara langsung dengan north bridge, yang disebut AGP (Accelerated Graphics Port).
Solusi akhir datang ketika pabrikan chipset mulai menggunakan pendekatan baru: menggunakan sebuah dedicated high-speed bus antara north dan south bridge dan menghubungkan peralatan PCI bus ke south bridge.
komunikasi antara north dan south bridges menggunakan dedicated bus
Gambar 6: Komunikasi antara north dan south bridge dengan menggunakan dedicated bus
Ketika Intel mulai menggunakan arsitektur ini, maka bridges disebut dengan “hubs”, north bridge menjadi MCH (Memory Controller Hub) dan south bridge menjadi ICH (I/O Controller Hub). Ini hanyalah bagian dari nomenklatur dalam rangka untuk memudahkan mengenali arsitektur yang digunakan.
Proses penggunaan arsitektur baru yang digunakan motherboard pada saat ini, ketika CPU membaca data dari hard drive, data ditransfer dari hard drive kepada south bridge, kemudian ke north bridge (menggunakan dedicated bus) dan kemudian CPU (atau langsung ke memory, jika metode Bus Mastering – a.k.a DMA – sedang digunakan). Seperti yang Anda lihat, PCI bus tidak digunakan sama sekali pada transfer ini, yang tidak terjadi pada arsitektur sebelumnya.
Kecepatan dari dedicated bus ini tergantung pada model chipset. Contohnya, pada chipset Intel 925X, bus ini memiliki kecepatan transfer maksimum 2 GB/s. Pabrikan menyebut bus ini dengan nama yang bermacam-macam:
  • Intel: DMI (Direct Media Interface) atau Intel Hub Architecture (*)
  • ULi/ALi: HyperTransport
  • VIA: V-Link
  • SiS: MuTIOL (**)
  • ATI: A-Link atau PCI Express
  • NVIDIA: HyperTransport (**)
(*) Interface DMI adalah yang terbaru. digunakan pada chipset i915 dan i925 dan menggunakan dua jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerima (full-duplex communication). Intel Hub Architecture, digunakan oleh chipset terdahulu, menggunakan jalur data yang sama untuk kedua transmisi dan penerimaan (half-duplex communication).
(**) Beberapa NVIDIA dan chipset SiS hanya menggunakan satu chip, contohnya fungsi baik north dan south bridge diintegrasikan ke dalam satu chip saja.
Pada Radeon Xpress 200 dari ATI, komunikasi antara north dan south bridge menggunakan dua jalur PCI Express. Hal ini tidak mempengaruhi performa sistem, karena tidak seperti PCI, bus PCI Express tidak dibagikan ke semua peralatan PCI Express. Ini merupakan solusi point-to-point, yang artinya bus hanya menghubungkan dua peralatan, yaitu receiver dan transmitter; tidak ada peralatan lain yang dapat disambungkan kepada koneksi ini. Satu jalur digunakan untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan data (full-duplex communication).
HyperTransport bus juga menggunakan jalur data terpisah, satu untuk transmisi data dan lainnya untuk penerimaan (full-duplex communication).
Jika Anda ingin mengetahui lebih detil penjelasan mengenai chipset, buka saja website dari pabrikan chipset-nya. Anda bisa mendapatkan daftar pabrikan chipset dan website mereka di sini.
Mungkin Anda bertanya-tanya apakah “peralatan on-board PCI” yang ada pada Gambar 5 dan 6. Peralatan On-board seperti LAN dan audio dapat dikontrol oleh chipset (south bridge) atau oleh sebuah chip controller tambahan. Apabila metode kedua yang digunakan, maka chip controller ini terhubung ke PCI bus.
Pabrikan Webiste Drivers
ALi http://www.ali.com.tw Drivers
ATI http://www.ati.com Drivers
Intel http://www.intel.com Drivers
nVidia http://www.nvidia.com Drivers
OPTi http://www.opti-inc.com Drivers
SiS http://www.sis.com Drivers
ULi http://www.uli.com.tw Drivers
Utron http://www.utron.com.tw Drivers
VIA http://www.via.com.tw Drivers
xPro http://www.pcchips.com Drivers


Selasa, 19 Oktober 2010

Mengenal Prosesor Notebook Intel Core i3, i5, dan i7

Posted On 09.45 by Ruffy 0 komentar

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel  Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini.

Nehalem
Semua prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya:
Penggabungan komponen
Pada Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam prosesor. Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih tinggi.
Pada prosesor Core i3 M,  Core i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal tersebut tentu saja membuat kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA onboard terdahulu.
Efisiensi daya, maksimalisasi performa
Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga.
Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.

Hyper-threading (HT)
Tahukah Anda bahwa sebuah inti prosesor tidak selalu “dipekerjakan” secara maksimal? Sebagai analogi, anggap sebuah prosesor dengan dua inti (dual core) adalah sebuah ruang dengan dua orang di dalamnya. Pada saat satu orang diminta memasak, kedua tangannya akan bekerja. Akan tetapi, orang ini sebenarnya masih bisa menerima telepon sembari memasak, bukan?
Hal yang sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Sebuah inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pendahulunya.

Turbo boost
Kemampuan ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari kita ambil contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam Core i5 memakan 10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W, bukan? Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, sementara software tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia?
Sisa jatah konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1 intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan temperature prosesor. Jadi, prosesor 35W ini tidak akan melampaui konsumsi dayanya, dan tidak akan kepanasan. Sementara itu, software dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Arrandale
Nama apa lagi ini? Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM dengan Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga besar sekali, teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih panas. Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor berinti  4-nya (Quad core).
Arrandale adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.
Pilih yang Mana?
Sekilas, teknologi Nehalem yang dimiliki oleh Core i7, Corei5, dan Core i3, sudah dipaparkan. Nah, sekarang, Anda akan memilih yang mana?

Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.
Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak mencekik.
Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat. Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.
Pengujian Singkat
Berikut adalah hasil perbandingan antara Core2 Duo T6600 dengan Core i3-330 dan Core i5-430

Software yang merupakan simulasi penggunaan berbagai aplikasi (MS Office, Adobe, 3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa bahkan Core i3 330 dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600.

Software yang serupa dengan SYSmark ini lebih menitikberatkan pada aplikasi sederhana yang umum digunakan notebook. Hasil ujinya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

3DMark 2006 adalah software uji kemampuan grafis. Dari pengujian ini tampak bahwa Core i3 330M saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA onboard yang dipasangkan pada Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD).


Jumat, 15 Oktober 2010

Teknologi Komputer Terbaru 2010

Posted On 21.51 by Ruffy 0 komentar


Ini lah beberapa Teknologi komputer yang akan dirilis tahun 2010 mendatang, jika dilihat dari bentuk dan kecanggihannya memang teknologi yang akan datang di tabhun 2010 benar – benar sangat fantastis. TriBook dengan tiga konsep layar ultra lebar yaitu 21? lebar layar. Ia juga memiliki sebuah 8x SuperDrive, 1TB harddisk, dan MacBook Pro-calibre CPU, plus sebuah keyboard multitouch trackpad
Teknologi Komputer
Generasi laptop masa depan … dibuat oleh industri desainer Jerman Felix Schmidberger, model classy, elegan, futuristik laptop yang menggunakan OLED touchscreen

Komputer 2010
Barangkali lebih tepat disebut Paper PC karena bentuknya yang seperti lembaran kertas berupa layar sebagai antar muka dan dilengkapi pena untuk mengoperasikannya dengan cara touch screen. Didesain oleh Avery Holleman
Komputer Canggih
Laptop yang mempunyai dua layar dengan desain mirip buku, saya lebih suka kalau barang itu disebut Digital book. Prototipe dari XO-2 dan One Laptop Per Child (OLPC)
Teknologi Komputer 2010


Minggu, 10 Oktober 2010

Penjelasan tentang fitur-fitur (AMD)

Posted On 03.18 by Ruffy 0 komentar


a. Multi-graphics
Teknologi kartu grafis ATI CrossFire X memungkinan penggunaan lebih dari satu kartu grafis yang dipasang serempak. Teknologi kartu grafis ini mampu meningkatkan tampilan visual dan kemampuan rendering gambar tiga dimensi (3D). Penggunaan lebih dari satu kartu grafis yang dipasang secara serempak, sangat memungkinkan penggunaan monitor hingga delapan monitor sekaligus.
Chipset AMD 790X, dilengkapi fitur teknologi CrossFireX yang memberikan peluang pemasangan hingga empat kartu grafis. Chipset ini menyediakan fasilitas empat slot fisik PCI-E x16. Pernah dilaporkan bahwa pemasangan 3 buah kartu grafis CrossFire dapat meningkatkan performa hingga 2,6 kali dibandingkan penggunaan satu buah kartu grafis. Sedangkan penggunaan 4 buah kartu grafis, dapat meningkatkan performa hingga lebih dari 3,3 kali dibandingkan penggunaan satu buah kartu grafis.
Pada seri chipset ini, juga disediakan tipe chipset AMD 790X yang hanya menyediakan dukungan 2 slot PCI-E x16, satu slot diantaranya beroperasi dengan bandwidth x8 (dual-card 16x-8x CrossFire). Chipset ini mampu mendukung penggunaan hingga 4 buah monitor.
Chipset 790GX IGP juga memberikan dukungan penggunaan multi-graphics yang dikenal dengan nama Hybrid CrossFire X.

b. AMD OverDrive
AMD OverDrive, fitur ini merupakan aplikasi yang didesain untuk meningkatkan performa sistem yang dapat dipilih melalui daftar pilihan (item) yang tersedia seperti disajikan pada daftar berikut.
o Real-time Overclocking:
* Mode Novice: mode ini disediakan untuk pengguna yang tidak terbiasa dengan penggunaan system tuning. Tersedia pilihan system tuning mulai level 0 hingga level 10.
* Mode Advanced: mode ini disediakan untuk pengguna yang lebih mahir atau sudah terbiasa (berpengalaman) dengan berbagai variasi sistem penyetelan (fine tune). Pada mode ini disediakan sarana penyetelan atau pengaturan untuk parameter-parameter tententu, antara lain penyetelan:
  • Clock frequencies: frekuensi clock independen untuk core prosesor independen (hanya untuk prosesor Phenom).
  • PCI-lanes (Jalur PCI-E )
  • System bus frequency (frekuensi dari sistem bus)
  • Multiplier untuk setiap core CPU dan penurunan link HyperTransport.
  • Voltase CPU (VID dan VDDC)
  • HyperTransport CPU
  • Memori DDR2 (VDDQ dan VTT)
  • Core Northbridge (VCore) dan Northbridge PCI-E
* Auto Clock: untuk penyetelan fine-tuning dan overclocking otomatis.
o Memory fine-tuning: penyetelan memori DDR2
o System monitoring (pemantauan):

 System information (informasi)
* Simple mode (mode sederhana): Windows Task Manager meliputi pemantauan terhadap:
  • Frekuensi clock dari core CPU
  • CPU Multipliers
  • Voltase atau tegangan core CPU (VCore)
  • Temperatur CPU
  • Rincian GPU yang meliputi: frekuensi core GPU, frekuensi memori video
  • Serta parameter-parameter yang meliputi frekuensi system bus, frekuensi southbridge, frekuensi jalur PCI-E dan frekuensi memori.
* Detailed mode (mode rinci) : mencakup seluruh informasi yang lebih rinci dari item-item yang ditampilkan pada simple mode dengan tambahan informasi tentang:
  • cache CPU
  • voltase atau tegangan CPU
  • rincian tentang memori yang meliputi frekuensi memori dan penyetelan SPD (SPD settings), frekuensi HyperTransport dan lebar link.
 System Monitor
 System benchmark (bersifat opsional atau pilihan): pengujian yang hasil nilainya menggambarkan performa relatif sistem komputer tersebut. Pengujian ini meliputi pengujian komputasi (perhitungan) integer, komputasi (perhitungan) floating-point, kecepatan memori dan kecepatan cache.
 Processor stability test = pengujian kestabilan prosesor (bersifat opsional atau pilihan): biasanya pengujian dilakukan selama satu jam. Dapat juga pengujian dilakukan sedikitnya selama satu menit atau maksimum selama tujuh hari. Pengujian ini dilakukan untuk mengetahui apakah sistem menjadi tidak stabil terutama ketika dalam kondisi diberi beban penuh setelah dilakukan pengaturan (fine-tuning). Pengujian ini meliputi:
* Pengujian kalkulasi integer (integer units) dan pengujian stack operations untuk setiap core prosesor
* Pengujian kalkulasi floating-point (128-bit FPU) untuk setiap core prosesor
* Uji kalkulasi (hanya untuk prosesor Phenom)
* Uji pengecekan/pemeriksaan register MCA.
o Maintenance/User-friendly functionalities:
* Profile(s) saving and loading capabilities
* Ccatatan output
Seluruh chipset seri AMD700, termasuk chipset seri AMD 740, dilengkapi dukungan aplikasi ini (AMD OverDrive).
c. AutoXpress
Teknologi AutoXpress adalah fitur yang berguna untuk menyetel atau mengatur peningkatan performa secara otomatis. Fitur AutoXpress tersedia pada chipset-chipset AMD 790FX (nama sandi RD790), 790X (nama sandi RD780) dan chipset 770 (nama sandi RX780). Fitur teknologi AutoXpress ini mirip dengan LinkBoost pada chipset NVIDIA nForce 500/600.
Fitur AutoXpress dapat diaktifkan (di-enable) melalui BIOS. Pada BIOS terdapat tiga pilihan, yaitu ON, OFF, dan Custom. Jika memilih pilihan Custom, maka akan muncul tiga menu pilihan lagi, yaitu CPU, Xpress Route, dan MemBoost. Pada menu CPU terdapat pilihan ON dan OFF. Begitu pula di dalam menu Xpress Route, dan MemBoost, masing-masing disediakan ON dan OFF. Pilihan ON untuk aturan default-nya. Berikut ini disajikan tabel detail fitur AutoXpress.



d. Efisiensi energi (Energy efficiency)
Dengan meningkatnya jumlah fitur dan bertambahnya jalur PCI Express yang terkandung dalam sebuah chipset, mengakibatkan konsumsi energi yang diperlukan oleh chipset semakin meningkat. Kondisi ini mendorong para produsen berupaya memproduksi chipset-chipset yang hemat energi tanpa mengurangi performa yang dihasilkan oleh chipset tersebut. Dapat dikatakan berupaya memproduksi chipset yang memiliki performa tinggi dengan tingkat konsumsi energi yang rendah.
Serangkaian chipset seringkali diproduksi menggunakan teknologi manufaktur yang besar, yang mengakibatkan konsumsi energi chipset tersebut menjadi tinggi. Misalnya, chipset Intel X38 Northbridge (MCH), memiliki TDP 26,5 Watt, membutuhkan konsumsi energi maksimum 12,3 Watt saat dalam kondisi idle. Keadaan seperti ini mengakibatkan perlunya desain IHS (Integrated Heat Spreader) yang memadai yang dilekatkan di permukaan atas chip untuk membantu agar penyebaran panas berlangsung dengan baik. Bahkan beberapa perusahaan motherboard yang menggunakan chipset ini terpaksa memasangkan komponen pendingin untuk mengurangi panas yang ditimbulkan oleh chip tadi. Misalnya, perusahaan pembuat motherboard ASUS memasangkan blok water cooling pada permukaan atas heatsink chipset Intel X38 Northbridge. Blok water cooling tersebut merupakan bagian dari sistem heatpipe (sistem pendingin) pada motherboard.
Sebagai tanggapan terhadap kenyataan tersebut, perusahaan pembuat chipset mulai memproduksi seri chipset yang diproduksi menggunakan teknologi fabrikasi yang lebih rendah, yaitu 65 nm untuk mendapatkan chipset dengan konsumsi energi yang rendah. Berbagai laporan menyebutkan bahwa chipset AMD 790FX Northbridge (RD790) memerlukan daya 3 Watt pada saat idle dan maksimum 10 Watt pada kondisi berbeban, sehingga secara nominal memerlukan konsumsi energi 8 Watt. Pada chipset AMD 790FX seringkali didapatkan hanya dipasangi heatsink pendingin pasif tunggal. Chipset AMD 790FX Northbridge bersama southbridge SB600, secara keseluruhan membutuhkan konsumsi energi hanya 15 Watt.
Integrated Graphics (IGP) northbridge milik AMD juga cukup menguntungkan, sebagian besar diproduksi menggunakan teknologi manufaktur 55 nm dengan kandungan fitur teknologi ATI PowerPlay, sehingga mampu memberikan perubahan secara dinamis clock frequency core IGP sampai minimum menjadi 150 MHz. Chipset AMD 780G northbridge, mendukung directX 10, memerlukan konsumsi daya hanya 11,4 Watt pada kondisi beban penuh, dan 0,94 Watt pada kondisi idle. Konsumsi daya ini lebih rendah dibandingkan chipset Intel G35 northbridge yang memerlukan daya 28 Watt dan pada kondisi idle memerlukan daya maksimum 11 Watt.
e. ATI Hybrid Graphics
Teknologi ATI Hybrid Graphics adalah sekumpulan teknologi yang terdiri dari teknologi Hybrid CrossFire X, SurroundView, dan PowerXpress, yang diterapkan bersama pada beberapa seri chipset AMD. Diberitakan bahwa teknologi ini hanya dapat berjalan pada sistem Windows Vista. Beberapa laporan menyebutkan bahwa chipset 790GX IGP yang bernama sandi RS780D dapat menangani dual kartu grafis dan IGP sehingga membentuk setup (pasangan) CrossFire X. Teknologi ATI Hybrid Graphics diumumkan pada tanggal 23 Januari 2008. Kartu grafis seri Radeon HD3400 adalah contoh kartu grafis yang dapat digunakan untuk penerapan teknologi Hybrid Graphics.
Hybrid CrossFire/Hybrid CrossFire X
Hybrid CrossFire adalah teknologi yang membolehkan penggambungan IGP dengan GPU diskrit yang dioperasikan bersama untuk meningkatkan kemampuan misalnya dalam rendering gambar tiga dimensi. Chipset AMD790GX yang menyediakan dua slot fisik PCI-E x16 pada bandwidth x8, dapat digunakan untuk membentuk susunan Hybrid CrossFire, yang terdiri dari gabungan dua kartu grafis dengan IGP. Penggabungan seperti ini dapat meningkatkan kemampuan rendering gambar tiga dimensi.
Performa yang dihasilkan oleh pasangan dua kartu grafis Radeon HD2400 dapat meningkat dengan besar peningkatan hingga 50% dibandingkan performa yang dihasilkan oleh sebuah kartu grafis Radeon HD2400 yang dipasang mandiri. Berikut ini disajikan tiga modus operasi Hybrid CrossFire.

Perlu diketahui bahwa hingga pertengahan tahun 2008, fitur Hybrid CrossFire hanya terdapat pada chipset AMD790GX dan chipset AMD 780G.
SurroundView
Teknologi SuroundView adalah teknologi multi-display, yaitu teknologi yang menyediakan sambungan atau koneksi dengan dua monitor atau lebih dari dua monitor. Teknologi ini tersedia pada chipset AMD 690G dan chipset AMD 780G IGP. Chipset AMD 780G mendukung koneksi dengan dua monitor, namun dapat mendukung empat monitor bila menggunakan kartu grafis diskrit (kartu grafis yang terpisah satu dengan lainnya). Monitor ini dapat dikoneksikan melalu port output video, yaitu satu monitor dikoneksikan melalui LVDS, satu lagi melalui port D-Sub, lainnya melalui port HDMI atau DVI-D.
PowerXpress
Teknologi PowerXpress adalah teknologi yang menyediakan fasilitas pemindahan operasi yang semula menggunakan integrated graphics (IGP) dipindahkan ke kartu grafis diskrit pada notebook ketika notebook dioperasikan menggunakan power AC tanpa melakukan reboot. Sebaliknya, pemindahan operasi dari kartu grafis diskrit ke IGP, yang semula menggunakan power AC ke power DC (batere), juga dapat dilakukan tanpa melakukan reboot.
Penggunaan atau pemindahan ke kartu grafis diskrit biasanya dilakukan dengan tujuan untuk meningkatkan performa dan kemampuan rendering gambar tiga dimensi (3D), agar lebih baik. Penggunaan atau pemindahan ke IGP dengan menggunakan power DC biasanya bertujuan untuk meningkatkan daya tahan batere, atau agar batere dapat bertahan dan mampu menyokong energi (power) dalam waktu yang lebih lama.
Fitur PowerXpress misalnya terdapat pada chipset AMD M780G yang merupakan chipset versi mobile.

f. Teknologi akselerasi I/O (I/O acceleration technologies)
Seluruh chipset (northbridge) yang dipasangkan dengan salah satu dari southbridge SB700, SB710, atau SB750 akan dapat mendukung dua I/O acceleration technologies.
g. Hybrid Drives
Chipset southbridge umumnya juga menyediakan dukungan penggunaan hybrid drives melalui SATA, atau dukungan port ATA.
h. HyperFlash
HyperFlash, pada dasarnya adalah modul NAND flash pada sebuah card. HyperFlash merupakan sebuah device yang dikoneksikan ke saluran IDE/ATA 66,100, 133, untuk meningkatkan performa (kecepatan) melalui kemampuan Windows ReadyBoost dan Windows ReadyDrive.
Modul HyperFlash terdiri dari dua bagian, yaitu:
o Bagian pertama adalah kartu memori HyperFlash (HyperFlash memory card). Chip memori terdapat pada PCB berukuran kecil, berdiameter 23,88 mm, tetapi berbentuk persegi, dengan model koneksi yang serupa dengan modul SO-DIMM.
o Bagian kedua adalah pengendali flash (flash controller) pada konektor ATA pengunci yang mirip dengan pengunci pada soket SO-DIMM..
Kartu memori HyperFlash diselipkan ke flash controler, kemudian langsung diisikan pada konektor ATA di motherboard. Chip memori pada kartu memori HyperFlash bekerja dengan frekuensi 83 MHz, bandwidth 108 MB/s pada lebar bus 16 bit.
Terdapat tiga varian modul HyperFlash, masing-masing berkapasitas 512 MB, 1 GB, dan 2 GB.
j. Integrated graphics
Sebagian chipset seri AMD 700 dilengkapi fitur IGP (Grafik onboard). Chipset-chipset yang dilengkapi fitur IGP antara lain keluarga chipset 780, keluarga chipset 740 dan chipset 790GX. IGP northbridge tersebut memiliki pin yang kompatibel satu dengan lainnya. Fitur-fitur IGP untuk masing-masing chipset dapat dilihat pada Tabel Fitur IGP (Tabel 144).
k. Remote IT
Teknologi Remote IT diberitakan dirilis pada akhir tahun 2007 atau awal 2008. Teknologi Remote IT sebenarnya ditujukan untuk enterprise platform. Platform ini terdiri atas chipset AMD 780V northbridge dengan southbridge SB700, dan chip dari Broadcom, Realtek dan Marvell.
 
i
Quantcast


Subnotebook, netbook, nettop dan UMPC (MIDs)

Posted On 03.13 by Ruffy 0 komentar


Dalam pengetahuan komputer, terdapat beberapa istilah yang digunakan untuk menyebut suatu perangkat komputer tertentu yang kadang-kadang membingungkan para pengguna komputer, terutama mereka yang betul-betul masih awam terhadap pengetahuan komputer.  Misalnya istilah subnotebook, netbook, nettop, UMPC atau MIDs.  Mikroprosesor Intel Atom umumnya diaplikasi untuk komputer netbook, nettop atau UMPC (MIDs). Lebih tepatnya, kebanyakan digunakan untuk komputer-komputer pribadi yang tujuan utamanya untuk berinternet.  Secara umum ukuran fisiknya bendanya lebih kecil, berbobot  ringan, konsumsi daya rendah sehingga umur pakai battere untuk medukung operasional komputer lebih lama.  Berikut ini sedikit ulasan mengenai istilah-istilah tadi.
1.Subnotebook
Subnotebook adalah perangkat komputer serupa notebook tetapi ukuran atau dimensinya lebih kecil dari notebook biasa.. Dengan kalimat lain yang lebih ringkas, dapat dikatakan bahwa subnotebook adalah notebook mini. Subnotebook masih menggunakan standar mikroprosesor mobile sama seperti yang digunakan oleh notebook-notebook umumnya. Contoh subnotebook yang telah beredar di pasaran adalah Asus Eee PC, Classmate PC, HP MiniNote, dan Sony Vaio. Kelemahan utama subnotebook terletak pada kebutuhan dayanya yang dirasakan masih cukup besar, serta timbulnya panas yang berlebihan yang dikeluarkan oleh prosesor saat sedang aktif bekerja. Sementara itu, ukuran fisik subnotebook cukup kecil, dan jumlah cell-cell batere yang dapat ditampung tidak bisa banyak. Kondisi seperti ini mengakibatkan cadangan energi pada batere menjadi cepat habis , subnotebook lebih cepat panas, dan dapat menurunkan kinerja komputer. Subnotebook dapat menjadi lebih bagus bila menggunakan mikroprosesor, chipset, media simpan/storage dan komponen-komponen lainnya yang hemat energi.
2.Netbook
Netbook adalah perangkat (komputer) yang mirip dengan notebook, tetapi biasanya berukuran lebih kecil (layarnya juga berukuran lebih kecil) dan digunakan dengan tujuan utama untuk berinternet. Dengan ukuran yang lebih kecil dan bobot yang lebih ringan, netbook menjadi lebih fleksibel, tepat serta cocok untuk dibawa pergi kemanapun, dipakai di rumah, di perjalanan, di kantor, kafe serta berbagai tempat lainnya.
Istilah netbook berasal dari kata internet dan notebook. Semula, netbook memang diproduksi terutama untuk konsumen notebook (laptop) yang mobilitasnya tinggi dan membutuhkan koneksi internet tanpa harus kesulitan membawa notebook yang berukuran besar dan berat. Itulah sebabnya, netbook tepat untuk kalangan bisnis atau siapapun yang membutuhkan akses internet secara instan dengan waktu online yang lebih lama. Selain itu, netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom, harganya jauh lebih murah dibandingkan notebook yang menggunakan mikroprosesor berbasis mikroarsitektur intel Core. Netbook Intel Atom sering disebut dengan istilah low-cost notebook atau low-cost laptops yang berarti notebook/laptop berharga murah. Pada saat ini (2009), sebagian besar produsen netbook menggunakan Intel Atom sebagai mikroprosesornya, dan terbukti cukup handal dalam menjalankan aplikasi standar dari netbook. Contoh netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom , dan telah beredar ke pasaran, antara lain:
  • Acer Aspire One
  • Asus Eee PC 901
  • Asus EeePC 1000HE
  • Axioo Pico
  • MSI Wind
Istilah netbook pertama kali diperkenalkan kepada konsumen notebook bersamaan dengan diperkenalkannya (munculnya) mikroprosesor Intel Atom. Mikroprosesor ini berhasil mengangkat nama netbook ke permukaan hingga dikenal luas oleh konsumen. Hingga awal 2009, perkembangan netbook cukup pesat dan tergolong sukses di pasaran laptop murah. Bahkan, mampu membawa netbook menjadi salah satu jenis laptop yang memiliki pangsa penjualan tertinggi. Walaupun memiliki banyak kelebihan, misalnya ukurannya yang kecil, ringan dan lainnya, masih banyak yang dikeluhkan oleh konsumen, terutama masalah kenyamanan pemakaian dalam jangka waktu yang lama, karena ukuran keyboard yang mungil dan layarnya yang kecil.
Perbedaan yang menonjol antara netbook dengan subnotebook terletak pada fungsi utamanya. Jika netbook terutama ditujukan untuk aplikasi internet, subnotebook tidaklah demikian. Subnotebook lebih difungsikan seperti notebook pada umumnya. Berikut ini disajikan gambar beberapa netbook.

contoh netbook
contoh netbook
Pada tahun 2008, netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom merupakan pendatang baru dalam komunitas komputer versi mobile. Berikut ini disajikan fitur-fitur yang bisanya dimiliki oleh netbook yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom.
Tabel Fitur Intel Atom
Tabel Fitur Intel Atom
Tabel Lanjutan Fitur Intel Atom
Tabel Lanjutan Fitur Intel Atom
3.Nettop
Nettop sebenarnya adalah komputer desktop yang fungsi utamanya untuk berinternet. Secara fungsional mirip dengan netbook. Jika netbook adalah tipe komputer mobile berwujud seperti notebook, dapat dengan mudah dibawa kemana-mana (portable), sedangkan nettop bukan komputer mobile, boleh dibilang untuk jaman sekarang (2009) dapat dikatakan non portable, tak ubahnya seperti komputer desktop biasa. Namun, ukuran fisik nettop umumnya memang lebih kecil dari komputer desktop standarnya. Pada tahun 2008, nettop mulai banyak dipasarkan. Awalnya, hanya ditawarkan nettop yang menggunakan mikroprosesor single core. Selang beberapa bulan kemudian, ditawarkan nettop yang menggunakan mikroprosesor dual core. Berikut ini disajikan beberapa gambar tentang produk nettop dari berbagai
perusahaan.
Contoh Nettop


Ukuran fisik chip silikon mikroprosesor Intel Atom memang kecil. Keadaan ini cukup menguntungkan karena beaya pembuatan mikroprosesor dapat ditekan menjadi lebih murah, mengingat silikon merupakan salah satu bahan pembuatan chip yang mahal harganya. Selain itu, motherboard yang digunakan berukuran lebih kecil dan menggunakan sistem pendingin yang lebih sederhana, yang secara keseluruhan bahan produksi nettop menjadi lebih murah lagi. Nettop Shuttle X27 misalnya, nettop ini mengkonsumsi daya kurang dari 40 Watt ketika sedang bekerja dan mikroprosesornya tidak menggunakan pendingin sama sekali. Hal inilah yang menjadikan harga nettop berbasis mikroprosesor Intel Atom umumnya lebih murah dibandingkan komputer desktop yang berkembang saat itu, sehingga sering disebut dengan istilah low-cost desktop (komputer desktop berharga murah). Kelebihan lain dari nettop adalah suara yang ditimbulkan saat aktif bekerja tidak bising (cukup tenang).
mobo nettop
mobo nettop
Perbedaan yang menonjol antara nettop dengan komputer desktop biasa terletak pada fungsi utamanya. Jika nettop terutama ditujukan untuk aplikasi internet, komputer desktop (seperti umumnya) tidaklah demikian, biasanya dipakai untuk aplikasi umum dan memiliki performa/kinerja yang lebih bagus dibanding nettop. Pada tahun 2008, nettop yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom merupakan pendatang baru dalam komunitas komputer desktop. Berikut ini disajikan fitur-fitur yang bisanya dimiliki oleh nettop yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom.
fitur nettop
fitur nettop

Penampilan nettop yang menyenangkan dengan berbagai kelebihannya ternyata mampu menarik minat konsumen komputer di dunia. Nettop mulai populer. Di Indonesia (hingga tahun 2009), inisiasi pemasaran nettop juga mulai berkembang. Harganya yang murah dan konsumsi energi yang rendah, serta berbagai kelebihan tadi, merupakan faktor penentu yang menjadikan nettop diminati konsumen. Kehadiran nettop diperkirakan akan mampu mengangkat kembali pangsa pasar komputer kelas desktop yang pada tahun 2008 dirasakan mulai menurun. Perangkat nettop dapat berjalan normal pada OS Windows XP, Vista, maupun Windows 7.
4.UMPC (MIDs)
UMPC kependekan dari Ultra Mobile Personal Computer. UMPC sering juga disebut dengan istilah MIDs yang merupakan kependekan dari Mobile Internet Devices. MIDs termasuk tipe komputer mobile yang umumnya berukuran fisik lebih kecil dari netbook maupun subnotebook. Fungsi utamanya juga ditujukan untuk aplikasi internet. Pada tahun 2008, MIDs yang menggunakan mikroprosesor Intel Atom seri Z5xx, misalnya Intel Atom Z500, Z510, Z520, Z530 dan Z540, merupakan pendatang baru dalam komunitas komputer mobile versi MIDs.
UMPC
UMPC


Overclocking mikroprosesor Intel Core i7

Posted On 03.08 by Ruffy 0 komentar

Mikroarsitektur Nehalem merupakan platform desain baru yang memiliki banyak perbedaan dan perubahan-perubahan dari mikroarsitektur Inlel Core. Pelaksanaan overclocking terhadap prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem tentulah memerlukan pendekatan atau prosedur yang sedikit berbeda dari prosesor generasi sebelumnyayang masih berbasis pada mikroarsitektur Inlel Core.
Secara umum overclocking terhadap prosesor yang menggunakan sistem LGA775 dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai frekuensi busnya. Namun, khusus untuk prosesor Extreme Edition, overclocking juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai multiplier (pengali) frekuensi busnya, karena multiplier ini biasanya tidak dikunci oleh perusahaan pembuatnya (unlocked multiplier). Overclocking terhadap memori juga dapat dilakukan dengan cara meningkatkan nilai frekuensi memorinya. Overclocking terhadap prosesor dilakukan secara terpisah dengan overclocking terhadap memori. Hal ini dapat terjadi karena letak memory controller memang terpisah dari prosesor. Memory controller tersebut berada di dalam chipset northbridge. Itulah sebabnya overclocking keduanya dapat dilakukan secara independen (terpisah).
Teknik overclocking pada prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem, misalnya Intel Core i7 yang menggunakan platform LGA 1366, agak berbeda. Hal ini dikarenakan prosesor tersebut dilengkapi memory controller yang terintegrasi di dalamnya serta seri interface baru (QPI) yang terkoneksi ke chipset (IO Hub). Seperti telah dijelaskan sebelumnya bahwa prosesor berbasis mikroarsitektur Nehalem tidak lagi menggunakan bus FSB. Salah satu kunci penting untuk pelaksanaan overclocking terletak pada clock dasar (BCLK) prosesor.
Sebenarnya overclocking mikroprosesor Intel Core i7 dapat dilakukan dengan cara menaikkan BCLK atau multipliernya atau paduan dari keduanya tergantung varian mikroprosesornya.
1.Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield
Banyak sekali dilaporkan oleh para pemakai komputer yang menggunakan mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield bahwa prosesor ini dapat dioverclock. Berbagai ulasan mengenai hal ini banyak ditemukan pada media cetak maupun elektronik (internet). Bahkan sebagian dari mereka menduga bahwa multiplier prosesor tersebut tidak ‘dikunci’ (unlock multiplier). Padahal kenyataannya, multiplier prosesor ini benar-benar dikunci oleh Intel.
Walaupun multiplier frekuensi clock mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield dikunci, namun, multiplier memori dan northbridge yang terdapat di dalam mikroprosesor tidak dikunci (unlock multiplier). Dengan demikian, overclocking frekuensi mikroprosesor ini dengan cara mengubah nilai multiplier frekuensi clock prosesor, sangat tidak dimungkinkan. Namun, overclocking memori DDR3 dengan cara meningkatkan nilai multiplier memori sampai melebihi nilai standarnya sangat mungkin dilakukan tanpa meningkatkan nilai frekuensi BCLK-nya. Secara resmi telah ditetapkan bahwa spesifikasi standar memori yang kompatibel untuk Intel Core i7 adalah DDR3-800 dan DDR3-1067, namun kenyataannya, mikroprosesor ini mampu mendukung penggunaan memori DDR3 yang memiliki kecepatan lebih tinggi. Seorang pengguna komputer pernah menguji penggunaan memori DDR3-1333, DDR3-1600 dan DDR3-1867 pada unit komputer Intel Core i7 920 Bloomfield, hasilnya menunjukkan sistem komputer tetap mampu berjalan stabil.
Overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 920 dan 940 hanya dapat dilakukan dengan satu cara, yaitu meningkatkan nilai clock dasarnya (BCLK) menjadi lebih besar dari 133 MHz. Patut dicatat bahwa meningkatnya nilai BCLK tersebut secara otomatis akan meningkatkan frekuensi core, memori, dan QPI hingga di atas nilai normalnya. Overclocking bagian core dengan cara meningkatkan nilai multipliernya tidak mungkin dilakukan karena multiplier tersebut dikunci oleh produsennya.
Overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 920 dengan menggunakan motherboard Intel DX58SO Smackover pernah dicoba. Hasil overclocking yang stabil diperoleh pada kisaran nilai overclock 3,5 GHz hingga 4,0 GHz.

1.1.Overclocking Intel Core i7 920 Bloomfield hingga 3,5 GHz
Seorang overclocker mencoba mengoverclock mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield (stepping C0) dengan cara meningkatkan nilai BCLKnya, dan mengatur nilai multiplier uncore, DDR3 SDRAM dan QPI lebih rendah dari standar normalnya. Dengan kata lain, mengoverclock BCLK tetapi meng-underclock bagian uncore, DDR3 SDRAM, dan QPI. Voltase core dan uncore tetap dijaga 1,2 Volt yang merupakan nilai standar normalnya. Semua pengaturan nilai ini dilakukan melalui BIOS dengan cara memilih langsung nilai-nilai parameter yang dikendaki. Nilai voltase pada BIOS sengaja tidak diatur Auto, sebab jika dipilih Auto, suatu saat ketika overclocking sedang berlangsung, nilai voltase dapat meningkat secara otomatis diluar kontrol terutama bila sedang mendapat beban kerja yang berat. Pada uji coba ini digunakan motherboard ASUS P6T Deluxe.
Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, fitur EIST dan Turbo Boost di-disable melalui BIOS dan Multiplier CPU dibiarkan tetap pada nilai standarnya (defaultnya) 20x. Multiplier memori diatur 8x, multiplier uncore diatur 16x (dua kali nilai multiplier memori), dan multiplier QPI diatur 18x, sedangkan frekuensi BCLK diatur 175 MHz. Dengan kriteria pengaturan semacam ini, ternyata sistem komputer menampilkan kinerja yang lebih memuaskan dan tetap stabil. Mikroprosesor Intel Core i7 920 yang standar fekuensi clocknya 2,66 GHz tersebut berubah dan mampu bekerja dengan baik pada frekuensi clock yang jauh lebih tinggi, yaitu 3,50 GHz (20 x 175 MHz). Temperature prosesor selama overclocking berlangsung tidak pernah melebihi 74 oC.
1.2.Overclocking Intel Core i7 920 Bloomfield hingga 3,8 GHz
Uji coba terhadap mikroprosesor Intel Core i7 920 Bloomfield yang di-overclock hingga 3,8 GHz dalam keadaan tetap menggunakan motherboard ASUS P6T Deluxe dan memasangkan pendingin (HSF) aslinya, ternyata masih mampu menampilkan kinerja yang tetap stabil selama overclocking berlangsung. Overclocking dilakukan dengan cara meningkatkan frekuensi BCLK hingga 190 MHz, meningkatkan voltase CPU (VCore) dari nilai standarnya 1,2 Volt menjadi 1,35 Volt, voltase uncore ditingkatkan menjadi 1,35 Volt dan voltase CPU PLL diatur menjadi 1,88 Volt. Pengaturan nilai-nilai tersebut dilakukan melalui BIOS seperti disajikan pada gambar berikut.

Dengan kriteria seperti ini temperature CPU selama overclocking berlangsung tidak melebihi 84 oC, masih jauh dari nilai ambang kritisnya, yaitu 100 oC.
Pada uji coba ini dapatlah diketahui bahwa mikroprosesor Intel Core i7 920 stepping C0 dalam kondisi tetap menggunakan HSF aslinya, dapat dioverclock hingga mencapai 3,8 GHz, yang bermakna frekuensi clocknya meningkat 40% lebih tinggi dari frekuensi standarnya tanpa mengakibatkan gangguan kestabilan sistem komputer. Kenaikan temperatur prosesor tidak begitu berarti.
Hasil overclocking dapat lebih baik jika diikuti peningkatan voltase core, QPI, memori, uncore dan lainnya. Jika voltase-voltase tersebut dinaikkan, jenis HSF (pendingin prosesor) yang digunakan harus diperhitungkan. Bila HSF tersebut tidak mampu menjaga temperatur prosesor agar tidak melebihi 100 oC, sebaiknya diganti dengan sistem pendingin yang lebih baik kualitas pendinginannya, karena jika temperatur prosesor melebihi ambang batas kritisnya (melebihi 100 oC) dapat menurunkan kinerja prosesor.
2.Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 Extreme Edition Bloomfield XE
Teknik overclocking mikroprosesor Intel Core i7 965XE (Intel Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE) agak berbeda dengan mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield. Mikroprosesor Intel Core i7 965XE ini dapat dioverclock dengan beberapa cara, yaitu:
  • Meningkatkan nilai multipliernya, karena multiplier ini tidak dikunci oleh produsennya (unlock multiplier). Tampaknya mikroprosesor Intel Core i7 965XE sengaja disediakan untuk para overclocker dan enthusiast komputer yang menghendaki performa tinggi dan senang melakukan kegiatan overclocking.
  • Meningkatkan nilai clock dasarnya (BLCK) menjadi lebih besar dari 133 MHz seperti cara overclocking pada mikroprosesor Intel Core i7 Bloomfield.
  • Kombinasi dari cara pertama dan kedua, yaitu sekaligus meningkatkan nilai multipliernya dan meningkatkan nilai clock dasarnya.
Overclocking mikroprosesor Intel Core i7 965 Extreme Edition Bloomfield XE, yang dipasang pada motherboard Intel DX58SO Smackover, dengan menggunakan cara paduan dari peningkatkan multiplier frekuensi clock hingga 30x dan peningkatan nilai BLCK sebesar 140 MHz, dengan dukungan voltase core (VCore) sebesar 1,4 Volt, menampakkan hasil yang cukup bagus dan stabil bila sistem pendingin yang digunakan cukup memadai (misalnya menggunakan pendingin cair Thermalright Ultra Extreme 1366 CPU Cooler. Paduan dari kedua angka tersebut menghasilkan nilai frekuensi clock prosesor sebesar 4200 MHz, cukup jauh dari standar normalnya yang hanya 3200 MHz (3,2 GHz).
3.Batas toleransi voltase dan temperatur untuk keperluan overclocking
Meningkatkan voltase (overvolting) komponen tertentu menjadi suatu bagian yang tak terpisahkan dan seringkali diperlukan untuk mendukung keberhasilan upaya-upaya overclocking. Dahulu, Ketika seseorang berupaya meng-overclock prosesor yang masih menggunakan sistem LGA775, selalu diikuti upaya untuk meningkatkan voltase core (nilai Vcore), voltase memori, voltase bus prosesor dan voltase chipset. Pengaturan nilai voltase bagian-bagian tersebut hingga melebihi nilai nominal atau nilai standarnya kerapkali mampu meningkatkan kemampuan overclocking suatu sistem komputer. Tindakan selanjutnya yang biasa dilakukan oleh seorang overclocker profesional adalah mengganti sistem pendingin komponen-komponen tadi dengan pendingin yang lebih bagus dan berkualitas tinggi. Patut dicatat di sini bahwa peningkatan voltase komponen-komponen semikonduktor di atas nilai normalnya dapat mengakibatkan peningkatan panas yang dihasilkan oleh komponen semikonduktor tadi. Bila keadaan semacam ini dibiarkan, dapat mengakibatkan kerusakan komponen atau memperpendek usia (umur pakai) komponen.
Upaya yang sama, yaitu upaya meningkatkan voltase komponen-komponen tadi juga diperlukan jika meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7. Karena mikroprosesor Intel Core i7 memiliki struktur atau arsitektur yang berbeda, maka cara pengaturan voltasenyapun juga sedikit berbeda. Terdapat empat voltase yang harus diatur jika meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7. Keempat voltase tersebut antara lain:
  • Voltase core prosesor (Vcore)
Besar nilai standar Vcore kususnya bergantung pada model atau spesifikasi prosesor. Prosesor dengan spesifikasi yang berbeda, seringkali nila VCore standarnya juga berbeda walaupun tidak selalu demikian, juntru seringkali sama. Nilai VCore standar untuk mikroprosesor Intel Core i7 biasanya adalah 1,2 Volt, kemungkinan bisa diatur sampai maksimum 1,55 Volt. Peningkatan voltase sampai 1,55 Volt ini harus diikuti penggunaan sistem pendingin yang bagus, misalnya menggunakan sistem water cooling.
  • Voltase Uncore dari controller QPI dan L3 Cache.
Besar nilai default voltasenya adalah 1,2 Volt. Terdapat kemungkinan voltase ini masih dapat ditingkatkan sampai 1,35 Volt tanpa mengakibatkan kerusakan pada prosesor.
  • Voltase memori.
Peningkatan voltase memori tampaknya secara langsung tidak mempengaruhi kerja CPU, tetapi mempengaruhi kerja memori atau kemampuan overclocking DDR3 SDRAM serta mempengaruhi kerja memory controller. Intel memberikan peringatan agar tidak meningkatkan voltase memori ini melebihi batas 1,65 Volt karena dapat mengakibatkan kerusakan permanen pada prosesor. Dengan kata lain, pengaturan nilai maksimum untuk voltase memori adalah 1,65 Volt.
  • Voltase CPU PLL (PLL = Phase Locked Loop)
Pengaturan nilai voltase CPU PLL ini sangat penting untuk mendukung keberhasilan proses overclocking Mikroprosesor Intel Core i7. Nilai standar (default)-nya adalah 1,8 Volt. Intel masing memperkenankan meningkatkan voltase ini hingga 1,88 Volt, karena pada voltase sebesar ini resiko kerusakan prosesor sangat kecil (bahkan dapat dikatakan tanpa membawa resiko kerusakan pada prosesor).
Seperti telah diketahui bahwa overvolting (peningkatan voltase) pada komponen dapat meningkatkan temperatur komponen yang bersangkutan. Oleh karena itu, bila meng-overclock mikroprosesor Intel Core i7, sebaiknya monitoring terhadap temperatur prosesor tetap terus dilakukan. Temperatur maksimum yang diperkenankan untuk mikroprosesor Intel Core i7 sebesar 100 oC. Jika temperatur melebihi nilai tersebut, secara otomatis prosesor akan menurunkan nilai multiplier core hingga 12x. Mekanisme ini berguna untuk menghindari timbulnya panas yang berlebihan yang dapat merusak prosesor. Fitur tersebut sebagai bentuk proteksi prosesor dari bahaya kerusakan akibat overheating (panas yang berlebihan).