-

Slider-1-Title-Here

Mungkin teman2 pernah suatu kali menemukan file ZIP / RAR / PDF yg tdk bisa dibuka, lantaran dibutuhkan password utk membukanya. Mungkin di warnet, komputer kampus yg di-share, ato juga komputer temen yg mau di-oprek2..hehe. Pastinya pemilik file tsb menganggap filenya sangat penting & rahasia. Nah, buat yg kena penyakit “penasaran-abis-sampe-ga-bisa-tidur-semalaman” ya bolehlah kita selidiki sedikit apa isinya file itu. Asal dgn niat baik (lho?) dan tidak bermaksud lebih, hanya kita gunakan utk kepentingan pribadi saja.. Ok, singkatnya kita pake sebuah tools, lebih tepatnya 3 tools, karna buat menjebol ZIP, RAR & PDF butuh software yg berbeda.

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi terhadap tubuh

Bahaya Wi-Fi. Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang.namun ternyata berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu? Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan? .

Slider-3-Title-Here

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini..

Senin, 24 Januari 2011

Intel Perkenalkan 29 Prosesor Baru

Posted On 16.06 by Ruffy 0 komentar

Intel
Seiring dengan hadirnya Sandy Bridge, Intel memperkenalkan prosesor-prosesor baru yang menggunakan platform baru tersebut.
Sandy Bridge adalah prosesor Intel Core generasi terbaru setelah sukses dengan Nehalem di sepanjang 2010. Prosesor berbasis Sandy Bridge ini akan menggunakan penamaan yang sama dengan generasi sebelumnya, yaitu Core i7, Core i5, dan Core i3. Prosesor-prosesor ini akan menggunakan mikroarsitektur 32nm dan menggunakan soket yang berbeda dari seri Intel Core sebelumnya, yaitu soket LGA 1155.

Setidaknya ada 29 seri prosesor yang direncanakan akan diluncurkan oleh Intel sepanjang tahun 2011 ini. 29 prosesor tersebut terdiri dari berbagai macam kelas, mulai dari Core i3 hingga Core i7 Extreme Edition, dan terdiri dari prosesor desktop dan mobile (termasuk varian LV dan ULV).

Detail dari 29 seri prosesor terbaru Intel tersebut sebagai berikut:

Intel Core i7 Extreme Edition:
  • i7-2920XM (mobile)
Intel Core i7:
  • i7-2820QM (mobile)
  • i7-2720QM (mobile)
  • i7-2630QM (mobile)
  • i7-2635QM (mobile)
  • i7-2620M (mobile)
  • i7-2649M (mobile)
  • i7-2629M LV (mobile)
  • i7-2657M (mobile)
  • i7-2617M (mobile)
  • i7-2600K (desktop)
  • i7-2600S (desktop)
  • i7-2600 (desktop)
Intel Core i5:
  • i5-2540M (mobile)
  • i5-2520M (mobile)
  • i5-2410M (mobile)
  • i5-2537M (mobile)
  • i5-2500K (desktop)
  • i5-2500S (desktop)
  • i5-2500T (desktop)
  • i5-2500 (desktop)
  • i5-2400 (desktop)
  • i5-2400S (desktop)
  • i5-2390T (desktop)
  • i5-2300 (desktop)
Intel Core i3:
  • i3-2310M (mobile)
  • i3-2120 (desktop)
  • i3-2100 (desktop)
  • i3-2100T (desktop)
Selain 29 seri prosesor di atas, Intel juga akan meluncurkan beberapa seri chipset desktop dan mobile baru untuk mendukung prosesor-prosesor Sandy Bridge. Salah satunya adalah seri chipset P67 yang pertama kali diperkenalkan.

Prosesor-prosesor ini akan diluncurkan secara bertahap, dimulai dari acara CES 2011 yang akan dilaksanakan beberapa hari lagi.


Preview Intel Sandy Bridge

Posted On 16.01 by Ruffy 0 komentar

Sandy Bridge adalah jembatan teknologi prosesor ke masa depan. Pantas saja jika kami sebut begitu. Pasalnya, Sandy Bridge adalah perubahan terbesar yang dilakukan Intel sejak era Pentium 4.
Pada mikroarsitektur sebelumnya, Intel lebih banyak mengoptimasi kinerja tiap komponen, tanpa mengubah cara kerja komponen tersebut. Jika prosesor dianalogikan sebagai sebuah rumah, Intel cuma melakukan renovasi terhadap rumah tersebut.
Namun di Sandy Bridge, Intel betul-betul membangun sebuah rumah baru. Seluruh komponen diperbarui, mulai dari branch predictor, out-of-order execution, sampai kerja memory subsystem.
Namun yang terpenting adalah Sandy Bridge adalah wujud sebenarnya dari fusion processor, alias prosesor yang menyatukan seluruh komponen prosesor ke dalam sekeping silikon.
Sebenarnya Intel sudah melakukan kebijakan integrasi ini sejak 2 tahun lalu. Pada generasi prosesor Bloomfield, mereka memasukkan memory controller. Pada Lynnfield, giliran PCI-E controller yang masuk. Puncaknya di era Clarkdale, ketika Intel chip grafis onboard.
Ada satu catatan penting dari seluruh proses tersebut: seluruh komponen sebenarnya masih terpisah dalam keping-keping silikon yang berbeda. Nah, hal itulah yang Intel rombak di Sandy Bridge. Seluruh komponen di dalam prosesor Sandy Bridge berada dalam sekeping silikon yang dibuat dengan fabrikasi 32nm.
Komponen di dalam prosesor ini sendiri kurang lebih sama seperti Nehalem. Yang pertama tentu saja inti prosesor. Pada Sandy Bridge generasi pertama ini jumlah inti masih 2 dan 4, namun akan disusul generasi berikutnya yang memiliki 6 dan 8 inti.
Masing-masing inti memiliki L2 cache sebesar 256KB. Kerja L2 cache dibantu dibantu cache level 3 (L3 cache) yang jumlahnya sama dengan inti dengan ukuran bervariasi antara 3-8MB, tergantung segmentasi. Sedangkan PCI Express, DMI, dan memory controller dan display interface berkumpul menjadi satu menjadi komponen yang disebut System Agent.

 
Anda mungkin bertanya, mengapa Intel susah payah mengumpulkan seluruh komponen ke dalam prosesor? Jawabannya karena ada banyak keuntungan dengan sistem saling terintegrasi seperti ini.
Yang utama tentu saja peningkatan performa, karena tiap komponen dengan mudah terhubung satu sama lain. Apalagi, Intel Intel menggunakan interkoneksi baru yang disebut Ring Bus di Sandy Bridge ini. Interkoneksi ini menghubungkan seluruh komponen, mulai dari chip prosesor, chip grafis, sampai cache. Ring Bus ini diklaim memiliki kecepatan sampai 384GB/s dengan latency  yang minim.
Keuntungan lain adalah penurunan konsumsi daya serta ukuran inti, apalagi dengann fabrikasi 32nm yang digunakan Sandy Bridge. Sebagai perbandingan, prosesor Sandy Bridge empat inti memiliki 995 juta transistor, namun ukuran die-nya hanya 216mm2. Bandingkan dengan pendahulunya, Lynnfield, yang “cuma” memiliki 296 juta transistor, namun memiliki ukuran die 296mm2.
Namun pengintegrasian tersebut juga menyisakan efek negatif. Pada era Nehalem, clock generator (yang mengatur frekuensi kerja seluruh komponen) berada di motherboard, yang memungkinkan kita melakukan overclock dengan menaikkan base clock (BCLK). Namun di Sandy Bridge, clock generator dipindahkan ke dalam prosesor. Hal ini membuat overclock melalui BCLK menjadi sangat sulit. Kenaikan hanya berkisar di angka 5-6MHz saja.
Apakah berarti overclock menjadi mati? Tidak sih, cuma lebih terbatas. Satu-satunya cara adalah menaikkan multiplier prosesor. Namun sebagian besar prosesor Sandy Bridge multiplier-nya dikunci. Yang dibuka hanya prosesor Sandy Bridge dengan akhiran “K”, yaitu Core i5 2500K (4 inti, 3,3GHz, tanpa HyperThreading) dan Core i7 2600K (4 inti, 3,4GHz, dengan HyperThreading).

Ketika Intel Belum Kapok
Jika rajin menyimak perkembangan prosesor Intel, Anda mungkin menyadari perbedaan penamaan dari prosesor generasi Sandy Bridge ini.
Ya, prosesor baru ini memiliki sistem penamaan 4 angka, sementara versi sebelumnya 3 angka. Angka pertama dimulai dari angka 2, karena Intel menganggap Sandy Bridge sebagai prosesor Nehalem generasi kedua. Selain itu, ada pula akhiran K, T, dan S.
Akhiran K menunjukkan fasilitas multiplier yang bebas (tidak dikunci). Sedangkan prosesor akhiran T dan S memiliki TDP yang lebih kecil, yaitu 65 Watt (seri T) dan 45 Watt (seri S). Sekedar mengingatkan, prosesor Sandy Bridge “normal” memiliki TDP 95 Watt. TDP yang kecil menunjukkan seri T dan S ditujukan untuk sistem terintegrasi seperti Home Theater PC.
Total ada 29 prosesor berbasis Sandy Bridge yang Intel rilis, yang terbagi untuk segmen desktop (14 buah) dan notebook (15 buah). Dengan harga antara US$100-300, segmen yang ditempati prosesor baru ini adalah menengah ke bawah.
Segmen teratas masih diduduki prosesor dengan soket LGA1366 (contohnya Core i7-975), dan mungkin baru digantikan tahun depan. Penamaan Sandy Bridge sendiri tetap mengikuti sistem Core i3/i5/ i7.
Sebagai pegangan mudah, Sandy Bridge tipe Core i3 memiliki 2 inti, sementara untuk Core i5 dan i7 memiliki 4 inti. Namun perlu diingat kalau Core i5 seri Lynnfield juga ada yang 2 inti, sehingga pastikan Anda memilih prosesor Core i5 dengan 4 digit jika ingin menjajal Sandy Bridge.
Namun sejujurnya kami tidak bisa memberi panduan mudah menyangkut feature di dalam prosesor, seperti VT-x (Virtualization Technology), TXT (Trusted Execution Technology), maupun AES-IN (instruksi untuk membantu proses enkripsi/dekripsi file).
Intel sepertinya belum “kapok” untuk memperumit sistem penamaan prosesor mereka. Ambil contoh feature VT-x yang ada di Core i5-2400 namun tidak ada di Core i5-2300. Bayangkan: namanya mirip, namun feature di dalamnya berbeda. Jadi jika Anda butuh salah satu feature tersebut, coba Anda cek di ark.intel.com untuk memastikan keberadaannya.
Berikut adalah prosesor desktop versi “polos” dan K yang tersedia untuk segmen retail. 

Turbo Boost 2.0Sejak era prosesor Nehalem, Intel telah memperkenalkan feature Turbo Boost.
Sekadar mengingatkan, Turbo Boost adalah kemampuan prosesor untuk meningkatkan kecepatan di atas standar jika mendeteksi TDP dan panas prosesor secara keseluruhan masih di bawah ambang normal. Hal itu biasanya terjadi ketika prosesor menjalankan aplikasi yang single-threading  (seperti game), saat hanya satu atau dua inti yang bekerja. Karena inti lain istirahat—yang berarti jatah dayanya tidak terpakai—prosesor secara otomatis akan meningkatkan kecepatan inti yang sedang bekerja.
Pada prosesor Sandy Bridge, Intel menerapkan Turbo Boost dengan pendekatan yang lebih agresif. Intel menyadari peningkatan panas di prosesor tidak terjadi seketika, melainkan bertahap sampai mencapai batas maksimal.
Nah, jeda waktu itu dimanfaatkan Turbo Boost 2.0 ini untuk memacu prosesor sekencang-kencangnya; bahkan di atas batas TDP aman. Barulah ketika panas prosesor mendekati batas maksimal, TDP diturunkan ke batas aman. Jeda tersebut berlangsung singkat, hanya sekitar 25 detik, namun efektif untuk menangani proses dengan beban kerja tinggi seperti proses loading Photoshop.
Menariknya, jatah daya dan panas ini juga bisa dibagi untuk chip grafis. Maksudnya, jika inti prosesor sedang beristirahat sementara chip grafis bekerja keras, maka chip grafis dapat mengambil jatah prosesor untuk meng-overclock  dirinya. Lagi-lagi, inilah keuntungan memiliki sistem terintegrasi seperti Sandy Bridge.

Grafis Lebih Gahar
Chip grafis onboard Intel selama ini sering dianggap sebelah mata.
Jika dibanding chip grafis AMD atau Nvidia, performanya terbilang jauh tercecer di belakang. Namun di Sandy Bridge ini, Intel seperti ingin menunjukkan kalau mereka juga bisa membuat chip grafis. Setidaknya, Sandy Bridge berambisi menjadi yang tercepat di kelas chip grafis onboard, bahkan memiliki performa yang setara dengan kartu grafis mandiri kelas low-end.
Secara arsitektur, sebenarnya tidak ada perubahan berarti karena chip grafis tersebut masih terdiri dari 12 execution processor. Namun Intel berhasil merombak chip tersebut agar bisa bekerja dua kali lebih cepat. Selain itu, karena sudah dibuat dengan fabrikasi 32nm, kecepatan chip juga bisa mencapai 1,35GHz. Yang perlu juga dicatat adalah dukungan terhadap Shader Model 4.1 dan DirectX 10.1.
Chip tersebut juga dilengkapi komponen khusus untuk melakukan decoding dan encoding format video populer seperti MPEG2, VC1, dan AVC. Sebenarnya Intel HD (chip grafis yang dipakai Clarkdale) juga bisa melakukan proses decoding dan encoding tersebut. Namun untuk melakukannya, Intel HD harus meminjam shader dari prosesor. Dengan kata lain, ia masih “ngerepotin” prosesor.
Nah, di Sandy Bridge, telah tersedia unit tersendiri untuk proses decoding itu. Enaknya lagi, karena unit shader prosesor menganggur, ia bisa digunakan untuk menangani pekerjaan video lain seperti pemberian efek.
Anda akan menemukan dua tipe chip grafis di Sandy Bridge, yaitu Intel HD Graphic 2000 dan 3000. Versi 2000—yang memiliki spesifikasi di bawah seri 3000—digunakan oleh semua prosesor Sandy Bridge kecuali seri K.
Sebenarnya pembagian ini agak membingungkan karena berarti Intel HD 3000 hanya digunakan oleh pengguna Intel Core Sandy Bridge versi K. Padahal seperti kami sebut di atas, pembeli seri K tersebut sepertinya overclocker yang mengejar fasilitas multiplier yang tidak dikunci. Mengingat overclocker adalah mereka biasanya rela membeli kartu grafis mandiri, maka seluruh kelebihan Intel HD 3000 jadi tidak termanfaatkan.
Sebaliknya, pembeli “biasa” yang kemungkinan besar menggunakan chip grafis onboard justru harus rela hanya menggunakan Intel HD Graphic 2000 yang lebih lambat. Sayang ya?

Platform Baru
Sayangnya, semua kelebihan tersebut hadir dalam soket yang berbeda. Sandy Bridge akan menggunakan soket LGA1155, berbeda dengan soket LGA1156 yang digunakan prosesor Lynnfield.
Meski beda cuma 1 pin, keduanya tidak kompatibel sehingga kita membutuhkan motherboard baru. Ada dua chipset yang disediakan Intel untuk LGA1155 ini, yaitu Intel P67 dan H67. Spesifikasi keduanya nyaris sama. Bedanya, H67 mendukung sistem grafis onboard, sementara P67 untuk sistem dengan kartu grafis mandiri.

Kesimpulan Awal
Melalui Sandy Bridge, Intel benar-benar mewujudkan konsep fusion processor yang sebenarnya lebih dulu didengung-dengungkan saingan abadi mereka, AMD.
Dengan konsep serba terintegrasi tersebut, Sandy Bridge menjanjikan kecepatan maupun konsumsi daya yang lebih baik. Perombakan di sisi chip grafis juga patut mendapat catatan tersendiri, karena membuat kita bisa mengandalkan sistem onboard untuk aplikasi 3D maupun video kualitas tinggi.
Kami akan menampilkan hasil pengujian Intel Core i5 2500K dan 2600K pada InfoKomputer edisi Februari 2011, termasuk seberapa besar kemampuan overclock dari Sandy Bridge.


Kamis, 23 Desember 2010

10 Besar Threat di Bulan November

Posted On 21.49 by Ruffy 0 komentar

Bulan November baru saja berlalu. Seperti juga bulan sebelumnya, vendor keamanan ESET kembali merilis threat teratas dalam kurun waktu satu bulan.
Di bulan November 2010, sebagian besar threat adalah threat yang pernah muncul di bulan sebelumnya. Bahkan posisi 4 teratas masih diduduki oleh threat yang sama, juga dengan posisi yang sama dengan di bulan Oktober lalu. Meski demikian, ada pendatang baru bernama JS/Exploit.CVE-2010-0806.A yang sebelumnya berada di posisi 29 global threat.
Penasaran dengan 10 besar global threat di bulan November versi ESET? Ini dia:
1.    INF/Autorun
                Peringkat Sebelumnya : 1
                Persentase Deteksi       : 5.75%
 Virus ini digunakan untuk manjabarkan semua variasi malware dengan menggunakan file autorun.inf sebagai cara untuk menyerang sebuah PC. File ini berisi informasi tentang program-program yang dimaksudkan untuk menjalankan secara otomatis ketika (flash drive dan sejenisnya) sebuah media bergerak masuk dengan membonceng Windows PC anda. ESET security software kemampuan Advance Heuristic mampu mengidentifikasi malware yang masuk atau memodifikasi file-file autorun.inf sebagai INF/Autorun kecuali jika sudah diidentifikasi sebagai salah satu dari keluarga malware tertentu. Setting default Autorun pada Windows akan secara otomatis menjalankan program yang ada dalam file autorun.inf saat mengakses beberapa media bergerak.
2.     Win32/Conficker
                Peringkat Sebelumnya  : 2
                Persentase Deteksi       : 4.92%
 Win32/Conficker adalah worm jaringan yang biasanya menyebar, memanfaatkan kelemahan dari Windows Operating System. Kerentanan tersebut berada di RPC sub-system dan bisa di gunakan oleh para penyerang secara remote tanpa membutuhkan identitas valid user dari komputer yang menjadi target. Worm ini juga bisa menyebar melalui folder dan usb/flash disk, melakukan aktifasi melalui fasilitas Autorun dengan melakukan default pada Windows (meskipun bukan windows 7).
 Penting juga untuk dicatat bahwa untuk mencegah sebagian besar resiko infeksi generic Conficker, dengan melakukan “safe hex”: tetap up-to-date dengan system patches, disable Autorun, dan tidak mengaktifkan shared folders yang tidak aman. Serangan Conficker diharapkan akan menurun dalam waktu dekat jika masyarakat menyadari gejala umumnya.
3.     Win32/PSW.OnLineGames
                Peringkat Sebelumnya  : 3
                Persentase Deteksi       : 2.54%
Masih anggota keluarga Trojans yang biasa digunakan untuk serangan phishing dan ditujukan untuk para gamers: Trojan type ini masuk dengan keylogging dan (terkadang) rootkit capabilities dengan mengumpulkan informasi yang berhubungan dengan game online dan credentials para pemain.
Trojan jenis ini masih sangat banyak ditemukan, dan para gamer perlu sangat waspada Karena selalu ada orang yang tidak senang, yang akan mencuri data gamer lain. Sehingga penting juga bagi partisipan di MMORPGs (Massively Multi-player Online Role Playing Games) seperti Lineage dan World of Warcraft, demikian juga “metaverses” seperti Second Life, tetap waspada.
4.     Win32/Sality
                Peringkat Sebelumnya  : 4
                Persentase Deteksi       : 2.10%
Sality adalah sejenis polymorphic file infector. Malware ini akan menyerang setelah kita mangaktifkan create/delete registry keys untuk mangaktifkan security pada sistem dan akhirnya justru mengaktifkan juga proses reboot di masing-masing operating system. Win32/Sality memodifikasi file EXE dan SCR dan menghentikan proses dan layanan yang berhubungan dengan solusi keamanan. Informasi lebih detail yang terkait dengan Threat Sality silahkan kunjungi :http://www.eset.eu/encyclopaedia/sality_nar_virus__sality_aa_sality_am_sality_ah
5.     Win32/Tifaut.C
                Peringkat Sebelumnya  : 6
                Persentase Deteksi        : 1.50%
Tifaut merupakan malware yang berbasis Autoit scripting language. Malware ini menyebar di antara komputer dengan cara memperbanyak diri dan masuk ke perangkat penyimpanan data (external hard disk atau usb flash disk) dengan cara meng-create file Autorun.inf untk bisa memulai secara otomatis. Malware ini diciptakan untuk mencuri informasi dari komputer yang terinfeksi.
6.     INF/Conficker
                Peringkat Sebelumnya  : 5
                Persentase Deteksi       : 1.46%
INF/Conficker berhubungan dengan deteksi INF/Autorun. Threat ini adalah versi lain dari file autorun.inf yang digunakan untuk menyebarkan varian baru dari Conficker worm, malware ini juga mampu men-disable Autorun.
7.     JS/Exploit.CVE-2010-0806.A
                Peringkat Sebelumnya  : 29
                Persentase Deteksi       : 0.99%
JS/Exploit.CVE-2010-0806.A bukan malware baru, tetapi dari deteksi yang dilakukan ESET Threat Center, malware tersebut mengalami peningkatan signifikan sehingga menempati posisi 7 bulan November 2010. Malware ini sebenarnya dikembangkan menggunakan file JavaScript, yang memanfaatkan kerentanaan CVE-2010-0806. Merupakan varian Trojan yang biasanya bagian dari malware lain. Dengan memanfaatkan kerentanaan, penyerang bisa mengaktifkan arbitrary code secara remote pada sistem yang rentan.
8.       Win32/Bflient.K
                Peringkat Sebelumnya  : 8
                Persentase Deteksi       : 0.88%
Win32/Bflient.K adalah sejenis worm yang menyebar lewat media bergerak dan berisi  backdoor. Dapat dikendalikan secara remote dan memastikan akan aktif saat media yang terinfeksi dimasukan ke dalam komputer.
9.       Win32/Spy.Ursnif.A
                Peringkat Sebelumnya  : 10
                Persentase Deteksi       : 0.81%
Merupakan program spyware yang mencuri informasi dari PC yang terinfeksi dan mengirimkan ke komputer lain, dilakukan dengan cara menciptakan akun baru yang tersembunyi untuk membuka jalur komunikasi ke desktop lain. Informasi lain lebih lengkap tentang malware ini bisa dilihat di  :
10.     HTML/ScrInject.B
                  Peringkat Sebelumnya  : 7
                  Persentase Deteksi       : 0.64%
Merupakan Generic detection dari halaman web HTML yang terdiri dari script obfuscated atau iframe tags yang secara otomatis mengarahkan kembali ke download malware. Ada 2 penyebab utama infeksi virus malware tersebut yaitu Malicious scripts dan Malicious iframes. Oleh sebab itu sebaiknya user men-disable script dengan men-default jika memungkinkan, tidak hanya pada aplikasi browser tetapi juga PDF. NoScript juga sebagai open source extension yang berguna bagi Firefox yang memungkinkan untuk menentukan disabling/enabling dari Javascript dan vektor potensial lainnya.


Facial Recogniton Facebook, Seru tapi Berbahaya

Posted On 21.42 by Ruffy 0 komentar

Bila Anda termasuk orang yang eksis dan doyan menggunggah foto kemudian menandainya (tagging), ada berita gembira dari Facebook.
Situs pertemanan garapan Mark Zuckerberg  ini baru saja menelurkan feature teranyarnya. Hebatnya, feature tersebut mampu mengenali wajah pada foto yang ditandai (tagged) secara otomatis.
Peranti lunak pengenal wajah ini sebenarnya mulai diperkenalkan di akhir September 2010 lalu. Cara kerjanya adalah dengan mencocokkan wajah orang dalam foto baru dan foto lainnya yang kemungkinan bakal ditandai juga.
Sebagai contoh, katakanlah ada seorang teman yang baru saja menggunggah foto dan Anda ada dalam foto tersebut. Nah, jika program pada peranti ini menemukan foto Anda lainnya dan menurutnya cocok, ia akan otomatis melakukan tag nama Anda di foto tersebut. Manfaatnya, teman Anda tidak perlu capai-capai menandai foto Anda secara manual satu persatu.
Adanya feature “tag suggestion” akan membantu peranti lunak ini membedakan wajah Anda dengan orang lain. Atau, jika Anda sudah pernah ditandai sebelumnya, bisa juga menggunakan “group tagging” yang memungkinkan pengguna untuk mengetikkan satu nama sekali saja dan menerapkannya pada semua foto yang berisi orang tersebut. Namun demikian, media sosial beranggota setengah miliar pengguna ini tetap menawarkan tag individu secara manual. 
“Alih-alih mengetikkan nama  orang yang ditandai sebanyak 64 kali, kini yang perlu Anda lakukan hanyalah melakukan penyimpanan untuk menandai seluruh gambar sekaligus. Jauh lebih mudah dari sebelumnya,” tulis Facebook melalui blognya.
Namun perlu diingat, teknologi ini juga memiliki kerentanan. Vendor keamanan jaringan, Sophos juga membenarkan hal ini. Keresahan lainnya pun nampak dari pengumuman Facebook yang menyatakan bahwa “pengguna dapat menonaktifkan feature ini melalui pengaturan privasi”.
Ini [mungkin] berarti, seolah-olah feature ini sudah di-setting secara default, bukan? Untuk menonaktifkannya, pengguna dapat menggunakan feature switching off untuk menjaga nama anda dari otomatisasi tagging foto. Kini pilihan berada di tangan Anda. Mau menggunakan feature pengenal wajah atau tidak?


Senin, 06 Desember 2010

Mengintip Wajah Baru Facebook 2011

Posted On 15.04 by Ruffy 0 komentar








Tahun baru, wajah baru. Facebook pun demikian. Melalui acara “60 Menit” yang ditayangkan tadi malam, CEO Facebook, Mark Zuckerberg beserta tim Facebook lainnya mengumumkan peluncuran tampilan Facebook terbaru.
Dalam desain yang baru ini, profil pengguna akan ditampilkan lebih terbuka. Informasi vital seperti tanggal ulang tahun, pekerjaan, pendidikan, lokasi asal, dan status hubungan akan ditampilkan pada bagian atas halaman profile si pemilik. Di sana juga akan ditampilkan foto-foto terbaru yang di-tag oleh teman kita. Meski demikian, Facebook tetap akan mengatur privasi akun kepada si empunya, informasi mana saja yang boleh ditampilkan.
Di profil yang baru ini juga terdapat feature kesukaan pengguna, mulai dari aktivitas, atlet favorit, tim favorit, dan masih banyak lagi. Seperti dilansir dari TechCrunch, pada kesempatan yang sama, “60 Menit” juga sempat mewawancara perihal Facebook mobile. Mengingat saat ini sebanyak 200 juta lebih pengguna mengakses Facebook dari perangkat mobile-nya.
Zuckerberg mengungkapkan, wajah baru Facebook ini akan segera direalisasikan tahun 2011 mendatang