-

Slider-1-Title-Here

Mungkin teman2 pernah suatu kali menemukan file ZIP / RAR / PDF yg tdk bisa dibuka, lantaran dibutuhkan password utk membukanya. Mungkin di warnet, komputer kampus yg di-share, ato juga komputer temen yg mau di-oprek2..hehe. Pastinya pemilik file tsb menganggap filenya sangat penting & rahasia. Nah, buat yg kena penyakit “penasaran-abis-sampe-ga-bisa-tidur-semalaman” ya bolehlah kita selidiki sedikit apa isinya file itu. Asal dgn niat baik (lho?) dan tidak bermaksud lebih, hanya kita gunakan utk kepentingan pribadi saja.. Ok, singkatnya kita pake sebuah tools, lebih tepatnya 3 tools, karna buat menjebol ZIP, RAR & PDF butuh software yg berbeda.

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi terhadap tubuh

Bahaya Wi-Fi. Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang.namun ternyata berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu? Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan? .

Slider-3-Title-Here

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini..

Jumat, 25 Maret 2011

Cara Menganalisa dan Service Laptop

Posted On 07.54 by Ruffy 0 komentar


 
Memperbaiki laptop adalah menganalisa gejala masalah secara akurat. Sebagai contoh, beberapa orang akan terburu-buru dan segera membeli baterai baru ketika ber asumsi rusak. Bisa saja hanya masalah kabel atau konektor yang buruk pada kabel listrik, padahal bisa diperbaiki dengan sedikit solder atau isolasi. Mari kita simak bersama....

Demikian pula, apabila layar LCD mati, bisa menjadi kegagalan mainboard atau adaptor video, inverter buruk atau lampu lcd neon terbakar. LCD yang perlu diganti, biasanya terjadi karena retak fisik di kaca atau blok dari pixel mati.

Jika CD atau DVD drive tidak bekerja lagi, pastikan Anda sudah mencoba pilihan mencoba kit pembersih sebelum mengganti drive, dan selalu mengecek koneksi sebelum membuang drive yang lama. Adalagi yang akan mengidentifikasi diri mereka sebagai kerusakan adalah hard drive semakin keras atau dari waktu ke waktu hidup baterai semakin berkurang.

Permasalahan Power /Power failure

Proses pemecahan masalah selalu dimulai dengan mengidentifikasi apa yang berfungsi. Jika masalah berhubungan dengan power, ( baterai adalah salah satu penyebab laptop tidak mau menyala) langkah pertama adalah memastikan power terkontribusi ke laptop.. Ini berarti memeriksa bahwa LED pada transformator baterai menyala, dan jika tidak (atau tidak memiliki LED), pastikan ac adapter dicolokkan ke stopkontak listrik yang baik.. Anda dapat memeriksa bahwa dengan mencabut ac adapter dan hanya mencolokkan lampu atau dapat memeriksana dengan alat penguji arus.

Pertanyaan berikutnya adalah apakah tidak ada status lampu LED kecil di lampu laptop dengan daya terpasang masuk .Bahkan model tertua biasanya memiliki status kekuatan cahaya yang baik.. Jika Anda memiliki status daya positif dan notebook juga tidak akan menyala, cek berikutnya adalah baterai.

Beberapa model notebook tidak akan beroperasi tanpa baterai terpasang baik, cari tahu di internet apakah model laptop Anda akan beroperasi dengan baterai mati atau hilang. . Jika daya baterai sudah tidak menjadi masalah dan laptop tetap tidak menyala dengan kekuatan status baik , itu bisa terjadi masalah dengan power regulator, atau lebih besar kemungkinan peraturan tenaga listrik (ic power component)atau mainboard.

Mengatasi masalah regulasi atau motherboard memerlukan peralatan pengujian atau papan luang untuk swap, dan berada di luar ruang lingkup artikel ini. (kita akan bahas bahagian ini lebih terperinci di lain sesi)

Ada sedikit perbedaan yang sangat antara troubleshooting Laptop Dell, Toshiba Satellite, Sony Vaio, IBM Thinkpad, HP Pavilion (dan Compaq) atau bahkan Powerbook Apple atau iBook. . Desain dasar dari semua laptop yang sama, walaupun satu model menggunakan CPU Intel, yang lainnya AMD ada pula PowerPC dan Transmeta rendah. Seorang teknisi troubleshooting laptop Toshiba mungkin lebih suka memulai dengan baterai, seperti yang terkenal lemah, seperti masalah HP dan notebook Compaq sering dimulai dengan RAM.

Namun, tidak semua model dapat ditandai mempunyai kelemahan pada permasalahan yang sama. bukan mengikuti proses logis dari eliminasi. Hanya karena satu model dari Dell cenderung bercak biru pada layar ketika usia tertentu bahwa notebook Dell terus memproksi dengan masalah yang sama.

IBM dan Sony dan Apple laptop umumnya dipandang sebagai kualitas yang lebih tinggi daripada merek populer lainnya, tetapi mereka semua mengalami permasalahan serupa karena terlalu panas, keausan, dan sesekali menjalankan komponen yang buruk. Baterai adalah subset khusus masalah daya yang banyak terjadi . The NiCd baterai yang lebih tua secara khusus rentan terhadap masalah. Jika tidak sempurna dalam pengisian, sel baterai mulai mencatat level sebelumnya sebagai sebagai level maksimum yang baru, dan beberapa sel-sel individual bahkan mungkin sebaliknya .

Ni-MH (Nickel Metal Hidrida Baterai) yang menggantikan NiCd (Nickel Cadmium) untuk model standar yang agak lebih baik, tetapi mereka tidak bisa melawan buruknya sirkuit kontrol pengisian atau buruknya pengendalian software .. Semua baterai laptop, apa pun bentuk, terdiri dari sejumlah sel tegangan rendah dihubungkan secara parallel atau seri untuk mencapai tegangan operasi yang dibutuhkan.

Beberapa notebook yang lebih tua mengharuskan Anda mengsiklus baterai terus-menerus, hanya bekerja pada listrik AC selama yang dibutuhkan untuk mengisi ulang baterai .

Banyak model-model baru harus diisi penuh baterainya sekitar seminggu sekali, tapi selain tidak kuatir meninggalkannya terpasang dalam waktu yang lama, dan desain terbaru tidak peduli apa yang Anda lakukan selama laptop benar-benar mendapatkan pengisian pada baterai untuk persentase waktu yang wajar.

Jika Anda berpikir baterai Anda berjalan turun terlalu cepat, pastikan Anda telah mengaktifkan mode penghematan daya agresif dalam perangkat lunak (biasanya diakses melalui Control Panel atau ikon produsen) yang redup layar, memperlambat CPU, dan membiarkan hard drive spin down saat tidak digunakan.

Juga, perlu diingat bahwa tingkat estimasi ketahanan sisa baterai yang menyebabkan alarm pada layar dapat diatur oleh pengguna, dan jika pengaturan default Anda sangat konservatif (antara 10% dan 20%), Anda mungkin ingin bereksperimen dengan yang lebih rendah level (antara 3% dan 5%) yang masih akan memberikan Anda waktu untuk menyimpan pekerjaan Anda dan mematikan sebelum masuk ke laptop hibernasi.

Video Failure

Hal pertama untuk memeriksa dalam permasalahan video , seperti yang dijelaskan di atas. Jika Anda selalu bisa mendengar kipas laptop Anda ketika Anda menghidupkan laptop dan sekarang Anda tidak dapat mendengarkannya itu bukan masalah vga , itu masalah power atau mainboard..

Langkah pemecahan masalah berikutnya adalah untuk menghubungkan monitor eksternal dengan konektor VGA standar, apakah CRT atau LCD. Jika notebook anda tetap tidak menyala ke monitor eksternal, itu sangat mungkin bahwa salah satu motherboard component atau adaptor video internal (jika itu bukan bagian dari mainboard) telah rusak.

Kemungkinan kerusakan motherboard component pada analisa diatas adalah p.a Vga…p.a.procesor…ic epromer…mboard chips..power modul…power ic component:jika lead tidak menyala sama sekali.

Jika monitor eksternal bekerja dengan baik,beberapa permasalahan terjadi pada subsistem video laptop, yang biasanya terkandung sepenuhnya pada layar / perakitan tutup(flif). Atau salah satu bundel kabel/lcd cable (sinyal video atau power) yang beroperasi melalui engsel untuk subsistem video telah gagal,kecuali permasalahan jelas pada Tabung Lcd,(layar retak, memudar di sudut, gambar samar, piksel buruk).

Untuk penggantian LCD Anda tetap harus membuka bagian utama laptop untuk memeriksa koneksi. Masalah yang paling mudah untuk mengidentifikasi perasalahan dengan jelas adalah(kerusakan fisik) LCD retak, Mengganti LCD adalah hampir sama pada kebanyakan notebook.

Jika kecerahan layar Anda tampaknya menyala atau kadang-kadang terang dan kadang-kadang hampir memudar (membayang)atau sepenuhnya gelap, (jangan tertipu oleh modus penghemat daya), maka Anda mungkin memiliki permasalahan backlight atau inverter.. Antara dua, inverter beberapa kali lebih mungkin untuk bermasalah, berfungsi sebagai ballast padat di lampu neon modern. Lampu latar sendiri adalah CCFL (Cold Cathode Fluorescent Lamp) dengan waktu yang akan sangat lama untuk rusak/putus, sementara seluruh generasi inverter sama pada beberapa model laptop, Anda dapat dengan mudah menemukan sparepart pengganti ,baik yang original ataupun yang compatible.(metoda penggantian inverter kita bahas di lain sesi).

Permasalahan Fan(cooler system)

Permasalahan umum yang sering dihadapi adalah masalah panas, bagaimanapun juga panas adfalah musuh utama dari laptop, hampir 75 % trouble yg dihadapi adalah disebabkan panas yang berlebih. Apalagi di dalam casing laptop hampir tidak ada ruang kosong semuanya dipenuhi dengan komponen.

Permasalahan kebanyakan dari cooler system adalah tersumbatnya lobang pembuangan panas pada heatsink(tertutup debu) yang menyebabkan panas yang seharusnya dikeluarkan kembali memantul kedalam laptop,sehingga temperature didalam ruangan yang sangat sempit bertambah panas.Hal ini dapat menyebabkan over heating pada VGA chip,Procesor chip dan component motherboard yang lain.

Permasalahan kepada kipas(fan)ditandai dengan suara laptop yang berisik, menandakan fan bearing sudah aus atau fan mati ,yang dapat membahayakan motherboard component.Sebaiknya Anda tidak menunggu sampai adanya kerusakan akibat panas (over heat) untuk menggantikan kipas angin.

Port dan Konektor Power

Laptop kadang-kadang terganggu oleh permasalahan internal dari konektor fisik, seperti modem atau port jaringan tampaknya terlepas dalam kasus ini, sehingga sulit untuk mendapatkan koneksi yang baik, atau solder konektor power terhubung dengan masa(induksi).. Satu-satunya cara untuk memperbaiki masalah ini adalah untuk membuka casing laptop, menentukan apa yang telah rusak, dan melakukan yang terbaik untuk mengembalikannya ke kondisi asli, bukan hanya mengkludgingnya .

Masalah dengan kludging apa pun di notebook mempunyai toleransi yang begitu ketat yang kludge Anda mungkin gagal setelah Anda memasang casingnya kembali. Ketika melakukan solder pada papan laptop, gunakan ujung besi halus dan tidak terlalu panas jangan ambil resiko dengan panas solder yang tinggi.

Hal ini dapat merusak sircuit pada PCB(Papan circuit board) Gunakan pengisap solder yang layak untuk cepat membersihkan sisa sisa timah solder . dan jika Anda merasa mengerjakannya terlalu lama.sebaiknya berhenti sejenak,dan biarkan semua dingin sebelum mencoba lagi.


Cara Mengatasi Carger Laptop Berkedip

Posted On 07.51 by Ruffy 0 komentar


Jika Anda menemui lampu adaptor anda berkedip, maka anda patut waspada. Bisa jadi terjadi kerusakan pada adaptor anda. Jangan gunakan sementara jika laptop anda masih normal.

Apa yang terjadi jika anda nekat?

1). Baterai anda bisa mati

2). Salah satu komponen pada mainboard atau adaptor terbakar menyebabkan laptop mati total. (Jika laptop anda masih garansi, maka garansinya tidak berlaku dan kemungkinan anda harus mengganti mainboard dengan harga 70% dari harga barunya)

Indikasi lampu adaptor berkedip menandakan ada ’short’ atau arus pendek pada mainboard atau pada adaptor.

Cara melakukan pengecekan adalah sebagai berikut:

1). Pinjam adaptor lain yang satu merk dari teman untuk dicoba pada laptop, jika terjadi keanehan pada adaptor tersebut seperti lampu adaptor berkedip atau tidak menyala sama sekali. Atau lampu indikator di laptop yang biasanya biru menjadi warna lain. Maka dapat dipastikan ada masalah short pada laptop.

2). Coba adaptor pada laptop lain yang kompatibel (Satu merek, lihat voltase dan amperenya). Jika adaptor masih berkedip, maka adaptor anda sepertinya bermasalah.

3). Menggunakan multimeter untuk mengukur apakah arus dan voltase masih ’normal’ dalam artian sesuai dengan voltase dan arus yang tertera di label adaptornya. Biasanya hal ini yang dilakukan oleh teknisi untuk mengetahui apakah adaptor atau power board yang rusak. Untuk cara ukurnya bisa anda lihat di SINI

Apa yang bisa anda lakukan jika mengalami hal ini?

1). Jika masih garansi, segera bawa ke service center terdekat.

2). Bawa ke service rekomendasi yang terbukti terpercaya. Anda bisa mencari referensi di forum-forum seperti kaskus atau chip. Biasanya disana ada testimonial orang yang sudah mencicipi jasa penyedia service laptop.

Apakah masih bisa diperbaiki jika yang rusak adaptor?

Bisa, tapi sangat tidak kami rekomendasikan. Adaptor hasil reparasi sangat beresiko. Jika suatu saat adaptor ini short atau bermasalah, maka mainboard anda taruhannya. Lebih baik meminjam dulu atau membeli adaptor KW1 yang beredar di pasaran jika budget anda terbatas untuk membeli adaptor baru.

Apakah masih bisa diperbaiki jika yang rusak mainboardnya?

Biasanya sebelum memvonis mainboard, maka akan dites DC boardnya (papan sirkuit tempat lubang charge) apakah mengalami short disana. Jika bukan disana masalahnya, maka analisa akan beralih ke mainboard.

Jika kasusnya mainboardnya sampai terbakar, maka persentase keberhasilan bergantung kepada tingkat kerusakan, adanya sparepart dan kehandalan teknisi yang mengerjakan.


Selasa, 15 Maret 2011

Mengenal apa itu Cloud Computing ?

Posted On 16.19 by Ruffy 0 komentar


Pada pembahasan sebelumnya, kami telah membahas cukup detail tentang apa itu cloud computing. Pembahasan meliputi definisi, karakteristik, hingga kelebihan cloud computingdibandingkan system IT tradisional yang On-Premise (yaitu sistem IT yang dibangun di data center milik sendiri).
Untuk lebih memahami Cloud Computing, kali ini kita akan membahas contoh Cloud Computing dan jenis layanan apa saja yang ada. Dari situ, kita akan dapat memutuskan jenis yang mana yang mungkin di adopsi di organisasi ataupun bisnis yang kita jalani.
Sedikit menyegarkan ingatan, cloud computing adalah sebuah arsitektur IT di mana sumber daya komputasi tersedia sebagai layanan yang dapat diakses melalui internet. Sumber daya komputasi ini bisa berupa hardware (prosesor, memori, storage) maupun juga software/aplikasi. Kata “Cloud” sendiri merupakan metafora dari kata “internet”, karena biasanya di diagram-diagram IT, internet sering disimbolkan dengan gambar Cloud.
Karena layanan-layanan komputasi ini tersedia untuk diakses dari internet, maka lokasi fisik dari server-server sumber daya komputasi ini bisa di mana saja, tidak harus on-premise atau di data center kita sendiri. Saat ini ada beberapa vendor yang memberikan berbagai jenis layanan cloud computing, dan secara fisik sumber daya komputasi berada di data centermereka. Kita sebagai customer cukup mengkonsumsi sumber daya komputasi tersebut melalui internet tanpa tahu secara detail lokasi maupun server sumber daya komputasi yang kita pergunakan.
Berikut ini kita akan bahas satu persatu, jenis layanan Cloud Computing yang ada, seperti yang ditunjukkan gambar 1. Kita mulai dari yang disebut Software as a Service (SaaS), kemudian Platform as a Service (PaaS) dan terakhir Infrastructure as a Service (IaaS). 


Software as a Service (SaaS)
Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware dansoftware CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM  kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.
Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna,  termasuk ke dalam kategori Software as a Services (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.


Platform as a Service (PaaS)
Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenario ini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).
Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skemadatabase yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi clustersampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS.
Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services.


Infrastructure as a Service (IaaS)
Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise kedata center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.


SaaS, PaaS & IaaS: Kendali dan Tanggung Jawab
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer. Pada gambar 2, di situ dijelaskan stack (jenjang) teknologi komputasi dari Networking naik hingga ke Application. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana suatu vendor layanan cloudmemberikan layanannya, dan mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab penuh pada stack di atasnya. 
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanancloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang disediakan.
Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya.
Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk Operating System ke atas.
Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise (bukancloud), alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruhstack, dari Networking hingga Application.


Kesimpulan
Kesimpulannya, dengan cloud computing konsumen membebaskan diri dari tanggung jawab untuk mengelola stack sumber daya komputasi.
Levelnya mulai dari SaaS ketika kita benar-benar bebas, PaaS ketika kita masih harus membuat aplikasi, dan IaaS di mana kita juga masih harus sibuk dengan Operating System.
Ini berbeda dengan On-Premise di mana kita harus mengurus semua sendiri.


Cloud Computing ?

Posted On 16.15 by Ruffy 0 komentar


Pada pembahasan sebelumnya, kami telah membahas cukup detail tentang apa itu cloud computing. Pembahasan meliputi definisi, karakteristik, hingga kelebihan cloud computingdibandingkan system IT tradisional yang On-Premise (yaitu sistem IT yang dibangun di data center milik sendiri).
Untuk lebih memahami Cloud Computing, kali ini kita akan membahas contoh Cloud Computing dan jenis layanan apa saja yang ada. Dari situ, kita akan dapat memutuskan jenis yang mana yang mungkin di adopsi di organisasi ataupun bisnis yang kita jalani.
Sedikit menyegarkan ingatan, cloud computing adalah sebuah arsitektur IT di mana sumber daya komputasi tersedia sebagai layanan yang dapat diakses melalui internet. Sumber daya komputasi ini bisa berupa hardware (prosesor, memori, storage) maupun juga software/aplikasi. Kata “Cloud” sendiri merupakan metafora dari kata “internet”, karena biasanya di diagram-diagram IT, internet sering disimbolkan dengan gambar Cloud.
Karena layanan-layanan komputasi ini tersedia untuk diakses dari internet, maka lokasi fisik dari server-server sumber daya komputasi ini bisa di mana saja, tidak harus on-premise atau di data center kita sendiri. Saat ini ada beberapa vendor yang memberikan berbagai jenis layanan cloud computing, dan secara fisik sumber daya komputasi berada di data centermereka. Kita sebagai customer cukup mengkonsumsi sumber daya komputasi tersebut melalui internet tanpa tahu secara detail lokasi maupun server sumber daya komputasi yang kita pergunakan.
Berikut ini kita akan bahas satu persatu, jenis layanan Cloud Computing yang ada, seperti yang ditunjukkan gambar 1. Kita mulai dari yang disebut Software as a Service (SaaS), kemudian Platform as a Service (PaaS) dan terakhir Infrastructure as a Service (IaaS). 

Software as a Service (SaaS)
Sebagai konsumen individual, kita sebenarnya sudah akrab dengan layanan cloud computing melalui Yahoo Mail, Hotmail, Google Search, Bing, atau MSN Messenger. Contoh lain yang cukup populer adalah Google Docs ataupun Microsoft Office Web Applications yang merupakan aplikasi pengolah dokumen berbasis internet.
Di dunia bisnis, kita mungkin familiar dengan SalesForce.com atau Microsoft CRM yang merupakan layanan aplikasi CRM. Di sini, perusahaan tidak perlu setup hardware dansoftware CRM di server sendiri. Cukup berlangganan SalesForce.com maupun Microsoft CRM, kita bisa menggunakan aplikasi CRM  kapan dan dari mana saja melalui internet. Kita tidak perlu melakukan investasi server maupun aplikasi. Kita juga akan selalu mendapat aplikasi terbaru jika terjadi upgrade. Intinya, kita benar-benar hanya tinggal menggunakan aplikasi tersebut. Pembayaran biasanya dilakukan bulanan, dan sesuai jumlah pemakai aplikasi tersebut. Dengan kata lain, pay as you go, pay per use, per seat.
Nah, semua layanan ini, dimana suatu aplikasi software tersedia dan bisa langsung dipakai oleh seorang pengguna,  termasuk ke dalam kategori Software as a Services (SaaS). Secara sederhana, kita langsung mengkonsumsi layanan aplikasi yang ditawarkan.

Platform as a Service (PaaS)
Sering terjadi, suatu aplikasi software yang sifatnya package tidak dapat memenuhi kebutuhan proses bisnis kita. Demikian pula dengan SaaS, di mana aplikasi yang ditawarkan sebagai layanan tidak sesuai dengan proses bisnis kita. Nah, pada skenario ini, kita dapat menggunakan jenis layanan yang disebut Platform as a Service (PaaS).
Pada PaaS, kita membuat sendiri aplikasi software yang kita inginkan, termasuk skemadatabase yang diperlukan. Skema itu kemudian kita pasang (deploy) di server-server milik penyedia jada PaaS. Penyedia jasa PaaS sendiri menyediakan layanan berupa platform, mulai dari mengatur server-server mereka secara virtualisasi sehingga sudah menjadi clustersampai menyediakan sistem operasi di atasnya. Alhasil, kita sebagai pengguna hanya perlu memasang aplikasi yang kita buat di atasnya.
Jika kita adalah perusahaan pembuat software, PaaS juga memberi alternatif lain. Alih-alih memasang software di server konsumen, kita bisa memasang software tersebut di server milik penyedia layanan PaaS, lalu menjualnya ke konsumen dalam bentuk langganan. Dengan kata lain, kita membuat sebuah SaaS.
Singkatnya, dengan PaaS, kita membangun aplikasi kita sendiri di atas layanan PaaS tersebut. Adapun contoh vendor penyedia layanan Paas adalah Microsoft Azure dan Amazon Web Services.

Infrastructure as a Service (IaaS)
Ada kasus ketika konfigurasi yang disediakan oleh penyedia PaaS tidak sesuai dengan keinginan kita. Kita berniat menggunakan aplikasi yang memerlukan konfigurasi server yang unik dan tidak dapat dipenuhi oleh penyedia PaaS. Untuk keperluan seperti ini, kita dapat menggunakan layanan cloud computing tipe Infrastructure as a Service (IaaS).
Pada IaaS, penyedia layanan hanya menyediakan sumber daya komputasi seperti prosesor, memori, dan storage yang sudah tervirtualisasi. Akan tetapi, penyedia layanan tidak memasang sistem operasi maupun aplikasi di atasnya. Pemilihan OS, aplikasi, maupun konfigurasi lainnya sepenuhnya berada pada kendali kita.
Jadi, layanan IaaS dapat dilihat sebagai proses migrasi server-server kita dari on-premise kedata center millik penyedia IaaS ini. Para vendor cloud computing lokal rata-rata menyediakan layanan model IaaS ini, dalam bentuk Virtual Private Server.

SaaS, PaaS & IaaS: Kendali dan Tanggung Jawab
Perbedaan SaaS, PaaS dan IaaS dapat dilihat dari sisi kendali atau tanggung jawab yang dilakukan oleh vendor penyedia jasa layanan cloud maupun customer. Pada gambar 2, di situ dijelaskan stack (jenjang) teknologi komputasi dari Networking naik hingga ke Application. Di situ juga dijelaskan sampai di stack mana suatu vendor layanan cloudmemberikan layanannya, dan mulai dari jenjang mana konsumen mulai memegang kendali dan bertanggung jawab penuh pada stack di atasnya. 
Mulai dari kanan, pada SaaS, seluruh stack merupakan tanggung jawab penyedia layanancloud. Konsumen benar-benar hanya mengkonsumsi aplikasi yang disediakan.
Pada PaaS, penyedia layanan cloud bertanggung jawab mengelola Networking hingga Runtime. Konsumen memiliki kendali dan bertanggung jawab membuat aplikasi dan juga skema database-nya.
Pada IaaS, penyedia layanan Cloud bertanggung jawab untuk Networking hingga Virtualization. Konsumen sudah mulai bertanggung jawab untuk Operating System ke atas.
Sebagai perbandingan, di gambar juga ditunjukkan arsitektur tradisional on-premise (bukancloud), alias semua ada di data center kita. Di sini kita bertanggung jawab untuk seluruhstack, dari Networking hingga Application.

Kesimpulan
Kesimpulannya, dengan cloud computing konsumen membebaskan diri dari tanggung jawab untuk mengelola stack sumber daya komputasi.
Levelnya mulai dari SaaS ketika kita benar-benar bebas, PaaS ketika kita masih harus membuat aplikasi, dan IaaS di mana kita juga masih harus sibuk dengan Operating System.
Ini berbeda dengan On-Premise di mana kita harus mengurus semua sendiri.


Rabu, 23 Februari 2011

Apa itu Cloud Computing?

Posted On 23.02 by Ruffy 0 komentar


Akhir-akhir ini, cloud computing adalah topik yang selalu menjadi bahan pembicaraan di dunia Teknologi Informasi (TI).
Hampir setiap hari selalu ada berita seputar cloud computing, baik secara teknologi maupun dari aspek bisnis.
Apa sebenarnya Cloud Computing itu? Apakah hanya sekadar “hype”, atau memang sesuatu yang nyata? Dan apa dampaknya bagi kita semua?

Definisi Cloud Computing 
Ketika kita membicarakan Cloud Computing, sebenarnya apakah kita membicarakan hal yang sama?
Banyak pihak memberikan definisi cloud computing dengan perbedaan di sana-sini. 
Wikipedia mendefinisikan cloud computing sebagai “komputasi berbasis Internet, ketika banyak server digunakan bersama untuk menyediakan sumber daya, perangkat lunak dan data pada komputer atau perangkat lain pada saat dibutuhkan, sama seperti jaringan listrik”. 
Gartner mendefinisikannya sebagai “sebuah cara komputasi ketika layanan berbasis TI yang mudah dikembangkan dan lentur disediakan sebagai sebuah layanan untuk pelanggan menggunakan teknologi Internet.”
Forester mendefinisikannya sebagai “standar kemampuan TI, seperti perangkat lunak, platform aplikasi, atau infrastruktur, yang disediakan menggunakan teknologi Internet dengan cara swalayan dan bayar-per-pemakaian.”
Secara sederhana, Cloud Computing dapat kita bayangkan seperti sebuah jaringan listrik. Apabila kita membutuhkan listrik, apakah kita harus punya pembangkit listrik sendiri? Tentu tidak. Kita tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, PLN), menyambungkan rumah kita dengan jaringan listrik, dan kita tinggal menikmati layanan tersebut. Pembayaran kita lakukan bulanan sesuai pemakaian.
Kalau listrik bisa seperti itu, mengapa layanan komputasi tidak bisa? Misalnya, apabila sebuah perusahaan membutuhkan aplikasi CRM (Customer Relationship Management). Kenapa perusahaan tersebut harus membeli aplikasi CRM, membeli hardware server, dan kemudian harus memiliki tim TI khusus untuk menjaga server dan aplikasi tersebut?
Di sinilah cloud computing berperan. Penyedia jasa cloud computing seperti Microsoft, telah menyediakan aplikasi CRM yang dapat digunakan langsung oleh perusahaan tadi. Mereka tinggal menghubungi penyedia layanan (dalam hal ini, Microsoft), “menyambungkan” perusahaannya dengan layanan tersebut (dalam hal ini, melalui Internet), dan tinggal menggunakannya. Pembayaran? Cukup dibayar per bulan (atau per tahun, tergantung kontrak) sesuai pemakaian. Tidak ada lagi investasi di awal yang harus dilakukan.
Agar lebih mudah membayangkannya, silahkan lihat ilustrasi pada Gambar 1.

Karakteristik Cloud Computing
Dengan semakin maraknya pembicaraan seputar cloud computing, semakin banyak perusahaan yang mengumumkan bahwa mereka menyediakan layanan cloud computing.
Akan sangat membingungkan bagi kita para pengguna untuk memastikan bahwa layanan yang akan kita dapatkan adalah cloud computing atau bukan.
Untuk mudahnya, dari semua definisi yang ada, dapat diintisarikan bahwa cloud computing ideal adalah layanan yang memiliki 5 karakteristik berikut ini.
1. On-Demand Self-Services
Sebuah layanan cloud computing harus dapat dimanfaatkan oleh pengguna melalui  mekanisme swalayan dan langsung tersedia pada saat dibutuhkan. Campur tangan penyedia layanan adalah sangat minim. Jadi, apabila kita saat ini membutuhkan layanan aplikasi CRM (sesuai contoh di awal), maka kita harus dapat mendaftar secara swalayan dan layanan tersebut langsung tersedia saat itu juga.
2. Broad Network Access 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat diakses dari mana saja, kapan saja, dengan alat apa pun, asalkan kita terhubung ke jaringan layanan. Dalam contoh layanan aplikasi CRM di atas, selama kita terhubung ke jaringan Internet, saya harus dapat mengakses layanan tersebut, baik itu melalui laptop, desktop, warnet, handphone, tablet, dan perangkat lain.
3. Resource Pooling 
Sebuah layanan cloud computing harus tersedia secara terpusat dan dapat membagi sumber daya secara efisien. Karena cloud computing digunakan bersama-sama oleh berbagai pelanggan, penyedia layanan harus dapat membagi beban secara efisien, sehingga sistem dapat dimanfaatkan secara maksimal.
4. Rapid Elasticity 
Sebuah layanan cloud computing harus dapat menaikkan (atau menurunkan) kapasitas sesuai kebutuhan. Misalnya, apabila pegawai di kantor bertambah, maka kita harus dapat menambah user untuk aplikasi CRM tersebut dengan mudah. Begitu juga jika pegawai berkurang. Atau, apabila kita menempatkan sebuah website berita dalam jaringan cloud computing, maka apabila terjadi peningkatkan traffic karena ada berita penting, maka kapasitas harus dapat dinaikkan dengan cepat.
5. Measured Service 
Sebuah layanan cloud computing harus disediakan secara terukur, karena nantinya akan digunakan dalam proses pembayaran. Harap diingat bahwa layanan  cloud computing dibayar sesuai penggunaan, sehingga harus terukur dengan baik.

Kelebihan Cloud Computing 
Dari semua penjelasan di atas, apa sebenarnya kelebihan dari Cloud Computing, terutama bagi dunia bisnis? Berikut beberapa di antaranya. 
Tanpa Investasi Awal 
Dengan cloud computing, kita dapat menggunakan sebuah layanan tanpa investasi yang signifikan di awal.
Ini sangat penting bagi bisnis, terutama bisnis pemula (startup). Mungkin di awal bisnis, kita hanya perlu layanan CRM untuk 2 pengguna. Kemudian meningkat menjadi 10 pengguna.
Tanpa model cloud computing, maka sejak awal kita sudah harus membeli hardware yang cukup untuk sekian tahun ke depan. Dengan cloud computing, kita cukup membayar sesuai yang kita butuhkan.
Mengubah CAPEX menjadi OPEX 
Sama seperti kelebihan yang pertama, kelebihan yang kedua masih seputar keuangan.
Tanpa cloud computing, investasi hardware dan software harus dilakukan di awal, sehingga kita harus melakukan pengeluaran modal (Capital Expenditure, atau CAPEX). Sedangkan dengan cloud computing, kita dapat melakukan pengeluaran operasional (Operational Expenditure, atau OPEX).
Jadi, sama persis dengan biaya utilitas lainnya seperti listrik atau telepon ketika kita cukup membayar bulanan sesuai pemakaian. Hal ini akan sangat membantu perusahaan secara keuangan.

Lentur dan Mudah Dikembangkan
Dengan memanfaatkan Cloud Computing, bisnis kita dapat memanfaatkan TI sesuai kebutuhan. Perhatikan Gambar 2 di bawah untuk melihat beberapa skenario kebutuhan bisnis. 
Penggunaan TI secara bisnis biasanya tidak datar-datar saja.
Dalam skenario “Predictable Bursting”, ada periode di mana penggunaan TI meningkat tajam. Contoh mudah adalah aplikasi Human Resource (HR) yang pada akhir bulan selalu meningkat penggunaannya karena mengelola gaji karyawan.
Untuk skenario “Growing Fast”, bisnis meningkat dengan pesat sehingga kapasitas TI juga harus mengikuti.
Contoh skenario “Unpredictable Bursting” adalah ketika sebuah website berita mendapat pengunjung yang melonjak karena ada berita menarik.
Skenario “On and Off” adalah penggunaan TI yang tidak berkelanjutan. Misalnya, sebuah layanan pelaporan pajak, yang hanya digunakan di waktu-waktu tertentu setiap tahun. 
 
Tanpa layanan cloud computing, ke empat skenario ini akan membutuhkan perencanaan TI yang sangat tidak efisien, karena investasi TI harus dilakukan sesuai kapasitas tertinggi, walaupun mungkin hanya terjadi di saat-saat tertentu. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadi kegagalan layanan pada saat “peak time” tersebut.
Dengan cloud computing, karena sifatnya yang lentur dan mudah dikembangkan (elastic and scalable), maka kapasitas dapat ditingkatkan pada saat dibutuhkan, dengan biaya penggunaan sesuai pemakaian.
Fokus pada Bisnis, bukan TI 
Dengan menggunakan Cloud Computing, kita dapat fokus pada bisnis utama perusahaan, dan bukan berkecimpung di dalam pengelolaan TI. Hal ini dapat dilakukan karena pengelolaan TI dilakukan oleh penyedia layanan, dan bukan oleh kita sendiri. Misalnya, melakukan patching, security update, upgrade hardware, upgrade software, maintenance, dan lain-lain.
Apabila kita memiliki tim TI, maka tim tersebut dapat fokus pada layanan TI yang spesifik untuk bisnis kita, sedangkan hal-hal umum sudah ditangani oleh penyedia layanan.
Kesimpulan 
Cloud computing sudah hadir saat ini, termasuk di Indonesia. Jadi, cloud computing bukanlah sebuah hype, melainkan sudah menjadi kenyataan dalam dunia TI.
Bukan berarti kita semua langsung harus berpindah saat ini juga: pada kenyataannya cloud computing bukanlah untuk semua orang. Masih tetap terdapat jenis-jenis layanan yang memang harus dilakukan secara on-premise, walaupun terdapat juga layanan yang menjadi sangat efisien bila dilakukan dengan cloud computing. Beberapa jenis layanan bahkan dapat dilakukan secara bersamaan (hybrid) dengan menggabungkan kedua jenis implementasi tersebut.
Oleh karena itu, carilah penyedia layanan yang dapat memberikan saran yang tepat dan terbaik bagi kebutuhan anda. Kesuksesan penggunaan cloud computing akan sangat ditentukan oleh kemampuan penyedia layanan dalam memberikan layanan yang tepat dan terbaik bagi pelanggan.