-

Slider-1-Title-Here

Mungkin teman2 pernah suatu kali menemukan file ZIP / RAR / PDF yg tdk bisa dibuka, lantaran dibutuhkan password utk membukanya. Mungkin di warnet, komputer kampus yg di-share, ato juga komputer temen yg mau di-oprek2..hehe. Pastinya pemilik file tsb menganggap filenya sangat penting & rahasia. Nah, buat yg kena penyakit “penasaran-abis-sampe-ga-bisa-tidur-semalaman” ya bolehlah kita selidiki sedikit apa isinya file itu. Asal dgn niat baik (lho?) dan tidak bermaksud lebih, hanya kita gunakan utk kepentingan pribadi saja.. Ok, singkatnya kita pake sebuah tools, lebih tepatnya 3 tools, karna buat menjebol ZIP, RAR & PDF butuh software yg berbeda.

Dampak Negatif Sinyal Wi-Fi terhadap tubuh

Bahaya Wi-Fi. Wi-fi (wireless fidelity) yang lebih dikenal sebagai jaringan lokal nirkabel semakin populer terutama di negara-negara maju dan berkembang.namun ternyata berpengaruh juga terhadap tubuh kita. Mau tahu? Di balik kemudahan yang ditawarkan wi-fi, ada beberapa keyakinan publik yang menganggap wi-fi berdampak negatif terhadap kesehatan. Mereka yang tidak setuju dengan kehadiran wi-fi beralasan radiasi elektro magnetik dari wi-fi bisa menyebabkan nyeri di kepala, gangguan tidur dan mual-mual, terutama bagi mereka yang electrosensitive. Tapi benarkah wi-fi berbahaya bagi kesehatan? .

Slider-3-Title-Here

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini..

Selasa, 19 Oktober 2010

Mempercepat Koneksi Internet

Posted On 17.30 by Ruffy 0 komentar



Sebagai pengguna internet kadang kala kita sering mengeluh karena koneksi internet kita lambat. Alangkah nyamannya kita kalau kecepatan browsing kita bisa ditingkatkan. Ada 3 cara yang bisa kita lakukan untuk mempercepat koneksi internet kita yaitu sebagai berikut:
A. Memaksimalkan Bandwidth pada Windows
Tanpa kita ketahui Windows mengambil 20 % dari bandwidth yang kita punya. Hal ini dilakukan oleh Windows karena dia menyediakan 20 % bandwidth tersebut untuk Windows Update.Untuk memaksimalkan kecepatan internet kita, kita harus mengambil kembali bandwidth yang dialokasi oleh Windows untuk Windows Update. Caranya sebagai berikut:
  1. Click Start. Kemudian click Run, ketik “gpedit.msc” (tanpa tanda kutip) dan tekan Enter.
  2. Setelah itu akan muncul jendela Group Policy. Pada jendela sebelah kiri pilih Computer Configuration – Administrative Template. Setelah itu pilih Network dan click Qos Packet Scheduler.
  3. Kemudian pada jendela sebelah kanan double click Limit Reservable Bandwidth.
  4. Pada jendela Limit Reservable Bandwidth tandai option ENABLE.
  5. Setelah itu set Bandwidth limit menjadi 0 % dan click OK.Agar setingan berpengaruh Anda harus merestart komputer terlebih dahulu.
B. Mempercepat Mozila Firefox
Untuk mempercepat Mozila Firefox kita bisa menggunakan cara seperti berikut:
  1. Buka Mozila Firefox.
  2. Pada address bar ketik “about:config” (tanpa tanda kutip).
  3. Pada jendela konfigurasi yang mucul ubah “network.http.pipelining” menjadi true.
  4. Kemudian ubah juga “network.http.pipelining.maxrequest” menjadi 64 dan “network.proxy.pipelining” menjadi true.
  5. Setelah itu click kanan disembarang tempat pada jendela konfigurai dan pilih New – Integer.
  6. Ketik “nglayout.initialpaint.delay” (tanpa tanda kutip) dan masukkan nilainya menjadi 0.
  7. Agar setting baru berpengaruh restart Mozila Firefox Anda.
C. Memaksimalkan Port Setting
Sekarang ini banyak sekali software yang bisa digunakan untuk mempercepat koneksi internet contohnya Google Web Acceselerator. Jika Anda belum memiliki software seperti itu, tidak usah berkecil hati. Ada beberapa cara yang bisa digunakan tanpa menggunakan software-software tersebut, seperti dibawah ini:
  1. Click kanan icon My Computer atau tekan tombol Windows + Pause pada keyboard untuk mengakses System Properties.
  2. Pada tab Hardware pilih Device Manager.
  3. Setelah jendela Device Manager muncul pilih “Ports (COM & LPT)”.
  4. Kemudian click kanan pada port yang digunakan modem Anda dan click Properties.
  5. Pada jendela Properties yang muncul, pilih tab Port Setting.
  6. Ubah bit per seconds menjadi 128000 atau lebih.
  7. Click OK untuk menyimpan setting.
Demikian tips-tips singkat untuk mempercepat koneksi internet Anda. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.


Tips Mempercepat Proses Shutdown Windows 7

Posted On 17.23 by Ruffy 0 komentar



Setelah beberapa kali memposting artikel tentang download software yang terakhir adalah Download Gratis PCHand Media Converter Pro 1.2, kali ini saya ingin membagi tips Windows 7 lagi. Tips kali ini adalah cara mempercepat proses shutdown Windows 7. Dimana kadang-kadang proses shutdown Windows 7 agak terhambat karena adanya sebuah process yang tidak merespon dan tidak bisa berhenti. Sedangkan waktu tunggu agar sebuah process terhenti pada Windows 7 secara default yaitu 12000 milidetik (12 detik). Untuk mempercepat proses shutdown, Anda bisa mengurangi waktu tunggu tersebut melalui Registry windows.
Untuk mengurangi waktu tunggu agar sebuah proses terhenti, seperti yang saya katakan diatas Anda dapat melakukan sedikit perubahan pada Registry windows. Dengan mengurangi waktu tunggu ini maka proses shutdown dapat dipercepat beberapa detik lagi. Berikut langkah-langkahnya:
  1. Klik Start » Run, ketik regedit dan tekan Enter untuk membuka Registry Editor.
  2. Pada jendela Registry Editor, buka keyHKEY_LOCAL_MACHINE\System\CurrentControlSet\Control.
  3. Di sisi jendela sebelah kanan, klik dua kali (double click) valueWaitToKillServiceTimeout untuk mengubah nilainya.
  4. Registry CurrentControlSet Control
    Klik gambar untuk memperbesar
  5. Selanjutnya, di jendela Edit Value, ubah nilai menjadi 2000 (2 detik). Jadi waktu tunggu yang dibutuhkan sebelum sebuah proses yang tidak merespon dihentikan adalah 2 detik.
  6. Edit String
  7. Terakhir tutup Registry Editor.
Sekian tips mempercepat proses shutdown Windows 7. Tips ini akan mempersingkat proses shutdown Windows 7 Anda sekitar 10 detik. Pada artikel selanjutnya, sahttp://www.giveawayoftheday.com/pchand-media-converter-pro-1-2/


Cara Membuat Backup Windows 7 ke Sebuah Harddisk

Posted On 17.15 by Ruffy 0 komentar


Backup Windows 7Pada Windows 7 Anda bisa temukan sebuah fitur Backup and Restore untuk memudahkan Anda membuat backup dari Windows 7 Anda serta melakukanrestore dari backup tersebut dengan mudah juga. Fasilitas backup di Windows 7 akan melakukan backup terhadap semua dokumen Anda yang ada pada folder Library, seperti Document, Music, Pictures dan lain-lain. Jika Anda meletakkan backup pada sebuah hard drive yang berformat NTFS dan berukuran cukup besar, maka proses backup juga akan membuat system image Windows 7 Anda.
Proses backup pada Windows 7 juga bisa dilakukan secara otomatis dan berkala (schedule backup). Schedule backup ini akan menghapus backup lama dan menggantinya dengan backup yang terbaru. Anda juga mempunyai beberapa pilihan lokasi penyimpanan backup. Anda bisa melakukan backup ke hard disk, backup ke DVD, dan bisa juga melakukan backup ke network.
Jika pada backup disertakan juga system image Windows 7, maka Anda akan membutuhkan sebuah system repair disk untuk melakukan restore system image. Cara membuatnya bisa Anda simak di artikel Cara Membuat CD Repair (System Repair Disc) Windows 7 atau pada artikelCara Membuat System Repair Disc Windows 7 dengan Flashdisk. Anda bisa booting menggunakan system repair disk yang Anda miliki, kemudian memilih system image yang akan di-restore.
Pada artikel kali ini, saya akan membahas cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Untuk cara membuat backup Windows 7 ke network dan membuat backup ke sebuah DVD akan saya bahas pada artikel selanjutnya. Berikut langkah-langkah membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk:
  1. Buka Control Panel. Pada item System and Security, klik Backup your computer.
  2. Control Panel Backup Item
  3. Di jendela selanjutnya, klik tulisan Set Backup.
  4. Set Up Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  5. Pada jendela Backup Wizard yang pertama, pilih partisi harddisk atau drive ekternal (flashdisk atau harddisk eksternal) yang akan dijadikan lokasi backup. Klik Next untuk melanjutkan.
  6. Pilih Lokasi Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  7. Selanjutnya, pilih opsi Let Windows choose (recommended) dan klik Next. Jika Anda ingin menentukan apa saja yang akan dibackup, pilih Let me choose.
  8. Let Windows Choose Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  9. Pada jendela selanjutnya, klik tombol Save settings and run backup untuk memulai proses backup.
  10. Review Backup Settings
    Klik gambar untuk memperbesar
  11. Proses backup akan segera dimulai. Tunggu hingga proses backup s Waktu yang dibutuhkan proses backup ini tergantung dari ukuran file yang akan di backup.
Sekian tutorial cara membuat backup Windows 7 ke sebuah harddisk. Pada artikel selanjutnya, saya akan membaut tutorial cara membuat backup Windows 7 ke sebuah DVD. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba.


Cara Membuat Backup Windows 7 ke Sebuah DVD

Posted On 17.10 by Ruffy 0 komentar



Backup Windows 7Setelah kemarin saya membahas cara membuat backup Windows 7 ke Harddisk, kali ini say akan membahas cara membua backup Windows 7 ke sebuah DVD. Membackup Windows 7 ke DVD mungkin menjadi solusi bagi Anda yang mempunyai ruang harddisk yang terbatas untuk menyimpan backup. Selain itu, jika hardisk rusak Anda masih mempunyai backup dalam sebuah DVD.
Cara membackup Windows 7 ke sebuah DVD, hampir sama dengan membackup Windows 7 ke harddisk. Perbedaanya cuma pada pemilih drive tempat penyimpanan backup. Untuk melakukan backup ke DVD, tentu hal yang harus siapkan adalah sebuah DVD blank dan sebuah optical drive yang mampu membakar sebuah DVD (DVD Burner). Namun, yang perlu Anda perhatikan adalah kapasitas dari DVD. Umumnya kapasitas DVD kira-kira 4 GB dan 9 GB. Jadi Anda harus menyesuaikan ukuran file yang akan di backup dengan kapasitas DVD blank yang Anda gunakan.
Jika semuanya sudah siap, ikuti langkah-langkah berikut untuk membackup Windows 7 ke sebuah DVD:
  1. Masukkan DVD blank ke DVD drive.
  2. Buka Control Panel. Pada item System and Security, klik Backup your computer.
  3. Control Panel Backup Item
  4. Selanjutnya, klik tulisan Set Backup dan akan muncul jendela Backup Wizard.
  5. Set Up Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  6. Pada jendela Wizard yang pertama, pilih DVD Drive komputer Anda dan klik Next untuk melajutkan.
  7. Pilih Lokasi Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  8. Kemudian pilih opsi Let Windows choose (recommended) dan klik Next. Dengan memilih opsi ini Windows akan menentukan apa saja yang dibackup sesuai dengan kapasitas DVD Anda. Jika Anda ingin menentukan apa saja yang akan dibackup, pilih Let me choose.
  9. Let Windows Choose Backup
    Klik gambar untuk memperbesar
  10. Selanjutnya, klik tombol Save settings and run backup untuk memulai proses backup.
  11. Review Backup Settings
    Klik gambar untuk memperbesar
  12. Proses backup akan segera dimulai. Tunggu hingga proses backup selesai. Waktu yang dibutuhkan proses backup ini tergantung dari ukuran file yang akan di backup.
  13. Proses Backup Sedang Berjalan
    Klik gambar untuk memperbesar
Proses backup Windows 7 ke sebuah DVD telah selesai sampai disini. Anda dpat menggunakan backup ini untuk merestore file-file penting yang ada pada Windows 7 Anda. Pada artikel selanjutnya saya akan membahas tutorial cara membuat backup Windows 7 ke Network Sharing. Semoga bermanfaat!


Mengenal Prosesor Notebook Intel Core i3, i5, dan i7

Posted On 09.45 by Ruffy 0 komentar

Saat ini notebook terbaru yang memakai prosesor Intel sudah mulai memakai keluarga Intel Core i. Ada yang dinamakan Core i3, Core i5, dan Core i7. Ketiganya adalah pengganti resmi dari jajaran prosesor Intel  Core2 (Core2 solo, Core2 Duo, Core2 Quad). Perbaikan apa saja yang ditawarkan dengan jajaran Core i ini? Kami akan coba jelaskan sesederhana mungkin mengenai jajaran baru prosesor notebook ini.

Nehalem
Semua prosesor Intel dengan nama Core i dibangun dengan dasar arsitektur yang diberi nama Nehalem. Secara sederhana, arsitektur baru ini menawarkan performa yang lebih tinggi dengan pengaturan konsumsi daya yang jauh lebih baik. Ada beberapa hal yang merupakan keunggulan dari arsitektur Nehalem secara umum, jika dibandingkan dengan arsitektur Core sebelumnya:
Penggabungan komponen
Pada Nehalem, ada beberapa komponen yang digabungkan menjadi satu di dalam prosesor. Hal yang paling penting adalah penggabungan pengendali memori (RAM) ke dalam prosesor. Sebelumnya, pengendali ini terletak di luar prosesor. Dengan dimasukkannya pengendali memori ke dalam prosesor, kecepatan aliran data antara prosesor dan memori menjadi lebih tinggi.
Pada prosesor Core i3 M,  Core i5 M, dan Core i7 M, Intel bahkan memasukkan VGA-nya ke dalam prosesor. Hal tersebut tentu saja membuat kemampuan VGA menjadi lebih baik dibandingkan VGA onboard terdahulu.
Efisiensi daya, maksimalisasi performa
Pada Core2 Duo (prosesor dengan 2 inti prosesor/2 core), jika kecepatan prosesor adalah 3 GHz, itu berarti kedua inti prosesor bekerja dengan kecepatan 3 GHz. Saat prosesor beristirahat, keduanya akan turun kecepatannya secara bersamaan juga.
Jadi, kalau ada software yang hanya bisa menggunakan 1 inti prosesor (contoh: Apple itunes), kedua inti prosesor akan bekerja pada kecepatan tertingginya (3 GHz). Satu inti prosesor bekerja mengolah data, sementara inti lainnya hanya ikut-ikutan menaikkan kecepatan tanpa mengolah data.
Pada Nehalem, kondisinya berbeda. Contohnya pada Core i3 (2 inti prosesor/2 core), kondisi di atas hanya akan membuat 1 inti prosesor bekerja dan menggunakan kecepatan maksimumnya. Sementara 1 inti prosesor yang tidak terpakai akan tetap beristirahat untuk menghemat energi.

Hyper-threading (HT)
Tahukah Anda bahwa sebuah inti prosesor tidak selalu “dipekerjakan” secara maksimal? Sebagai analogi, anggap sebuah prosesor dengan dua inti (dual core) adalah sebuah ruang dengan dua orang di dalamnya. Pada saat satu orang diminta memasak, kedua tangannya akan bekerja. Akan tetapi, orang ini sebenarnya masih bisa menerima telepon sembari memasak, bukan?
Hal yang sama terjadi pada inti prosesor. Ada bagian-bagian dari inti prosesor tersebut yang tidak terpakai saat sebuah perintah diberikan padanya. Penyebabnya adalah perintah tersebut mungkin memang tidak memanfaatkan bagian tertentu dari prosesor. Lalu, bagaimana caranya kita bisa memanfaatkan bagian yang tidak bekerja tersebut? Intel menamakan teknologi pemaksimalan kerja prosesor tersebut dengan nama Hyper-threading (HT).
Sebuah inti prosesor yang memiliki teknologi HT akan dikenal oleh Operating System (contoh: Windows7) sebagai 2 inti prosesor. Jadi, Operating System dapat memberikan 2 pekerjaan pada sebuah inti prosesor. Hal ini membuat prosesor berbasis Nehalem mampu bekerja lebih maksimal dibandingkan pendahulunya.

Turbo boost
Kemampuan ini adalah fitur unggulan dari sebagian besar prosesor dengan teknologi Nehalem. Ide dasarnya adalah HUGI (Hurry Up and Get Idle). Teorinya adalah jika sebuah pekerjaan diselesaikan lebih cepat, prosesor akan bisa beristirahat lebih cepat dan menghemat lebih banyak energi.
Pada umumnya, tiap prosesor memiliki batas maksimum konsumsi daya. Mari kita ambil contoh Core i5 (2 inti prosesor/core) yang kisaran batas konsumsi dayanya adalah sekitar 35 Watt. Jika VGA dan pengendali memori di dalam Core i5 memakan 10 W dan hanya 1 inti prosesor yang terpakai, konsumsinya hanya 22.5W, bukan? Lalu, bagaimana caranya prosesor dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lebih cepat, sementara software tidak menggunakan inti ke-2 yang tersedia?
Sisa jatah konsumsi daya yang 12.5W dapat digunakan Core i5 untuk melakukan Turbo boost. Yang terjadi adalah (pada Core i5-430M, 2.2GHz), kecepatan 1 intinya bisa dinaikkan hingga 2.53 GHz. Hal ini dilakukan dengan memanfaatkan sisa jatah konsumsi daya dan memperhatikan temperature prosesor. Jadi, prosesor 35W ini tidak akan melampaui konsumsi dayanya, dan tidak akan kepanasan. Sementara itu, software dapat menyelesaikan pekerjaan lebih cepat.
Arrandale
Nama apa lagi ini? Nama ini kami angkat untuk membedakan Core i7 QM dengan Core i7 M, Core i5 M dan Core i3 M. Saat ini, Core i7 QM masih menggunakan teknologi Nehalem 45 nm. Meski bertenaga besar sekali, teknologi 45 nm pada Core i7 membuatnya bekerja sedikit lebih panas. Selain itu, Core i7 QM juga tidak memiliki VGA di dalam prosesor berinti  4-nya (Quad core).
Arrandale adalah kode untuk prosesor berbasis Nehalem untuk notebook yang menggunakan teknologi 32 nm dan memiliki VGA terintegrasi di dalam prosesor. Saat ini, Arrandale hanya memiliki jumlah inti prosesor maksimum 2 (dual core). Akan tetapi, performanya tetap tinggi dan suhu kerjanya cenderung lebih dingin dibandingkan Core i7.
Pilih yang Mana?
Sekilas, teknologi Nehalem yang dimiliki oleh Core i7, Corei5, dan Core i3, sudah dipaparkan. Nah, sekarang, Anda akan memilih yang mana?

Core i7 QM
Prosesor notebook Core i7 QM memiliki kemampuan tertinggi. Tidak ada VGA di dalam prosesor ini, tapi 4 inti prosesor (quad core), kecepatan tinggi, dan Turbo boost adalah andalan utamanya. Prosesor dengan 4 core dan hyper-threading ini akan dideteksi Windows seakan memiliki 8 inti prosesor! Jika Anda membutuhkan performa notebook tertinggi yang bahkan mampu bersaing dengan desktop, ini adalah pilihannya. Umumnya, notebook dengan Core i7 akan memiliki VGA khusus. Jadi, gamer, pengguna aplikasi grafis (Adobe Photoshop, 3ds Max), dan pencinta performa tinggi akan menyukainya. Tentu saja, ada harga yang harus dibayar untuk performa yang tinggi ini.
Core i7 M
Prosesor ini adalah Arrandale (2 inti prosesor) dengan performa terbaik. Teknologi 32 nm membuatnya bekerja dengan suhu relative rendah. Kecepatan tinggi, Hyper-threading, dan Turbo boost membuatnya memiliki performa tinggi. Apabila dipadu dengan VGA tambahan, notebook berbasis Core i7 M akan menjadi pilihan yang sangat baik bagi pencinta performa tinggi. Kemampuannya bahkan dapat bersaing dengan Core i7 QM. Tentu saja, dengan harga yang relatif lebih terjangkau.
Core i5 M
Notebook dengan prosesor ini memang memiliki 2 inti prosesor (dual core). Akan tetapi, tersedianya Hyper-threading membuatnya tampil seakan memiliki 4 inti prosesor. Turbo boost menjadi andalannya dalam hal performa. Sementara itu, VGA terintegrasinya sudah mencukupi untuk pemutaran film HD 1080p, bahkan film Blu-Ray. Jika perlu, beberapa game 3D ringan pun bisa dimainkannya. Jika Anda menginginkan performa tinggi dengan mobilitas baik, Core i5 adalah pilihan yang baik. Harganya pun tidak mencekik.
Core i3 M
Meski tidak dilengkapi Turbo boost, performa Core i3 tetap memikat. Hyper-threading membuat kemampuannya dapat dipakai secara maksimal. VGA-nya pun sudah lebih dapat diandalkan dibandingkan VGA onboard terdahulu. Jika dana Anda terbatas namun menginginkan performa dari arsitektur terbaik Intel, Core i3 adalah pilihan yang jauh lebih unggul dibandingkan Core2 Duo.
Pengujian Singkat
Berikut adalah hasil perbandingan antara Core2 Duo T6600 dengan Core i3-330 dan Core i5-430

Software yang merupakan simulasi penggunaan berbagai aplikasi (MS Office, Adobe, 3ds Max, MS Outlook, dsb) ini menunjukkan bahwa bahkan Core i3 330 dengan mudah mengalahkan Core2 Duo T6600.

Software yang serupa dengan SYSmark ini lebih menitikberatkan pada aplikasi sederhana yang umum digunakan notebook. Hasil ujinya tidak jauh berbeda dengan yang sebelumnya.

3DMark 2006 adalah software uji kemampuan grafis. Dari pengujian ini tampak bahwa Core i3 330M saja sudah unggul lebih dari 50% dibandingkan VGA onboard yang dipasangkan pada Core2 Duo T6600 (Intel GMA 4500MHD).